Demikian disampaikan oleh Presiden Direktur PT CPI Abdul Hamid Batubara dalam rapar dengar pendapat bersama dengan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama) dan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/2011).
"Sehubungan dengan target produksi kita memang mendapatkan tantangan yang besar, di mana target dari pemerintah adalah 370 ribu bph untuk Chevron," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target sejauh ini sudah mencapai 359 ribu bph sampai dengan bulan Mei 2011," ungkapnya.
Dijelaskan oleh Abdul, kinerja dari reservoir yang belum kembali ke tingkat normal sebelum terjadi kebocoran pipa gas TGI-P, memberikan dampak yang besar kepada produksi hingga saat ini sejak Oktober 2010 lalu.
"Kita berusaha untuk mengembalikan ke produksi semula dan kita butuh waktu lebih panjang lagi dan kita butuh kesempatan yang lain. Sejauh ini, di Sumatera Region kita coba lagi bersama BP Migas menunjukkan hasil yang positif," terangnya.
Abdul menekankan, realisasi produksi yang baru tercapai saat ini merupakan hasil yang sudah diupayakan semaksimal mungkin. "Kita dapat target antara 352-370 ribu bph," tegasnya.
"Dengan ditargetkannya produksi kepada kami oleh pemerintah sebesar 370 ribu bph, itu semua tidak ada penurunan. Namun sejauh ini masih ada penurunan baseline diperkirakan 17%, rata-rata penurunan 2010 ke 2011 diperkirakan 5%. Hal tersebut mengingat sudah menuanya lapangan kami," tutur Abdul.
Ditambahkan olehnya, demi mempertahankan laju penurunan yang ada, pihaknya berencana untuk membor 461 sumur pengembangan dan 5 sumur eksplorasi (asumsi 7,6 rig/tahun).
"Sejauh ii sudah 402 sumur telah disetujui dan perkiraan saat ini adalah membor 432 sumur," tambah Abdul.
Pihaknya juga berusaha untuk mengurangi unplanned shutdown yang mempengaruhi penurunan produksi.
(nrs/dnl)











































