Selain itu juga kenaikan harga premium bakal mencegah migrasi konsumen pertamax ke BBM subsidi yang mengancam melonjaknya anggaran subsidi pemerintah.
Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha ketika dihubungi detikFinance, Jakarta, Jumat (3/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia melanjutkan, adanya perpindahan konsumen dari pertamax ke premium diakibatkan adanya 'gap' harga antara pertamax dan premium yang masih lebar. Padahal berdasarkan UU APBN, pemerintah sudah boleh menaikkan harga.
Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan kebocoran-kebocoran terhadap BBM subsidi melalui pembentukan tim terintegrasi dari tentara, polisi, dan juga BPH Migas (Badan Pengatur Hilir Minyak dan gas Bumi).
"Supaya tidak ada shortage, pemerintah harus mencegah adanya perpindahan (pertamax ke premium) serta meningkatkan pengawasan," kata Satya.
(nrs/dnl)











































