Hatta: Penyelundupan BBM Subsidi Sudah 'Lampu Kuning'

Hatta: Penyelundupan BBM Subsidi Sudah 'Lampu Kuning'

- detikFinance
Selasa, 07 Jun 2011 12:37 WIB
Hatta: Penyelundupan BBM Subsidi Sudah Lampu Kuning
Jakarta - Tingkat konsumsi BBM subsidi masyarakat di Indonesia kian tinggi. Pemerintah pun khawatir tekor mengeluarkan anggaran untuk subsidi BBM tersebut. Belum lagi tindak penyelundupan.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku tindak penyelundupan atau penyelewengan BBM subsidi kian mengkhawatirkan. Dana subsidi yang dikeluarkan pemerintah menjadi sia-sia dan salah arah.

"Terhadap penggunaan premium atau yang bersubsidi ini saya nyatakan sudah lampu kuning," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hatta, tingkat kewaspadaan dalam penggunaan BBM bersubsidi tersebut karena maraknya penyelundupan dan penyalahgunaan. "Kuningnya itu karena penyelundupan yang besar ya," jelasnya.

Namun demikian, Hatta menyatakan pemerintah belum memutuskan kebijakan apapun guna membatasi penggunaannya.

"Kita belum mengambil keputusan soal itu, tapi memang ini harus ada sesuatu upaya untuk mengatasi. Intinya itu kita harus melakukan suatu pembatasan dalam arti bahwa jangan sampai ada penerapan pembatasan itu kan sekarang ini masih dalam bentuk imbauan, dan memang harus ada sesuatu upaya besar dari ESDM nanti itu untuk tidak terjadinya migrasi dari pengguna pertamax menuju ke premium," jelasnya.

Hatta menilai sebelum dilakukan pembatasan BBM tersebut, perlu diselesaikan terlebih dahulu masalah penyalahgunaan konsumsi BBM. Pasalnya, menurut Hatta, tanpa dilakukan pembatasan BBM bersubsidi tetapi penyalahgunaan bisa diatasi maka kelebihan volume BBM bersubsidi bisa ditanggulangi.

"Upaya yang paling penting itu adalah potong dulu penyalahgunaan penggunaan ini, kan temuan penyelundupan ini banyak sekali, penyalahgunaan. Jangan kita mengambil respon untuk menaikkan sesuatu atau melakukan pembatasan sesuatu tapi kebocoran ini tidak diatasi. Kalau kebocoran ini diatasi saya yakin kok tidak terjadi over run yang tinggi. Lampu kuning dalam arti penyalahgunaan ya," tegasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads