Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengaku tindak penyelundupan atau penyelewengan BBM subsidi kian mengkhawatirkan. Dana subsidi yang dikeluarkan pemerintah menjadi sia-sia dan salah arah.
"Terhadap penggunaan premium atau yang bersubsidi ini saya nyatakan sudah lampu kuning," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, Hatta menyatakan pemerintah belum memutuskan kebijakan apapun guna membatasi penggunaannya.
"Kita belum mengambil keputusan soal itu, tapi memang ini harus ada sesuatu upaya untuk mengatasi. Intinya itu kita harus melakukan suatu pembatasan dalam arti bahwa jangan sampai ada penerapan pembatasan itu kan sekarang ini masih dalam bentuk imbauan, dan memang harus ada sesuatu upaya besar dari ESDM nanti itu untuk tidak terjadinya migrasi dari pengguna pertamax menuju ke premium," jelasnya.
Hatta menilai sebelum dilakukan pembatasan BBM tersebut, perlu diselesaikan terlebih dahulu masalah penyalahgunaan konsumsi BBM. Pasalnya, menurut Hatta, tanpa dilakukan pembatasan BBM bersubsidi tetapi penyalahgunaan bisa diatasi maka kelebihan volume BBM bersubsidi bisa ditanggulangi.
"Upaya yang paling penting itu adalah potong dulu penyalahgunaan penggunaan ini, kan temuan penyelundupan ini banyak sekali, penyalahgunaan. Jangan kita mengambil respon untuk menaikkan sesuatu atau melakukan pembatasan sesuatu tapi kebocoran ini tidak diatasi. Kalau kebocoran ini diatasi saya yakin kok tidak terjadi over run yang tinggi. Lampu kuning dalam arti penyalahgunaan ya," tegasnya.
(nia/dnl)











































