Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) Evita legowo dalam rapat kerja bersama dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2011).
"Seperti diketahui, realisasi konsumsi BBM bersubsidi terus meningkat sejak Februari dan terus berlanjut pada Mei 2011. Konsumsi premium per 31 Mei sudah 66,16 ribu KL/hari, sudah 4,1% di atas kuota yang ditetapkan," jelas Evita dalam pemaparannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Premium: 66,16 ribu KL/hari (4,1% di atas kuota 63,54 ribu KL/hari)
- Minyak Tanah: 5,16 ribu KL/hari (18,6% di bawah kuota 6,34 ribu KL/hari)
- Solar: 37,79 ribu KL/hari (5,4% di atas kuota 35,85 ribu KL/hari)
- Premium: 23,19 juta KL (63,54 ribu KL/hari)
- Minyak Tanah: 2,32 juta KL (6,34 ribu KL/hari)
- Solar: 13,08 juta KL (35,85 ribu KL/hari)
Menanggapi hal tersebut, Evita menyampaikan pertumbuhan penduduk yang selalu meningkat dari tahun ke tahun ditambah adanya pertumbuhan jumlah kendaraan.
"Disparitas harga BBM subsidi dan non subsidi (premium vs pertamax) masih tinggi dan juga masih adanya pertambangan liar (PETI) seperti di Bangka, Kalimantan, dan Kendari masih menyebabkan excess penambahan volume BBM bersubsidi tersebut," tukas Evita.
(nrs/dnl)











































