Dirjen Migas Evita Herawati Legowo mengatakan, tanpa adanya pengaturan atau pembatasan konsumsi BBM subsidi, total konsumsi BBM subsidi bisa menembus 45,6 juta kiloliter (KL).
"Perkiraan konsumsi BBM bersubsidi 2012 akan dipengaruhi oleh pelaksanaan pengaturan BBM bersubsidi," kata Evita dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR yang dilaksanakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut Evita menyampaikan tiga skenario terkait proyeksi konsumsi BBM bersubsidi di 2012, yaitu:
- Dengan pengendalian, konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan akan sebanyak 38,4 juta KL.
- Dengan pengaturan, konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan akan sebanyak 41,7 juta KL.
- Apabila pengaturan tidak dapat dilaksanakan akan menjadi sebesar 45,6 juta KL.
"Sedangkan, pengaturan adalah langkah yang dilakukan dengan merubah peraturan (Perpres N0 55/2005 dan Perpres No 9/2006) dengan melaksanakan implementasi perubahan peraturan tersebut dan melaksanakan pengawasan," lanjut Darwin.
(nrs/dnl)











































