Hal itu disampaikan Manajer Pemasaran, Pertamina Riau, Windrian kepada detikFinance, Rabu (8/6/2011). Menurutnya, memang dalam dua hari yang lalu sejumlah SPBU di Pekanbaru sempat terjadi antrean. Namun hal bukan disebabkan karena stok BBM yang terbatas. Keadaan itu terjadi hanya karena distribusi yang sedikit mengalami keterlambatan pendistribusian.
Menurutnya, sejak Juni pihak Pertamina Riau memberlakukan order BBM tidak mesti datang ke depot Pertamina lagi. Namun sistem order BBM dari pihak pengusaha sudah bisa lewat SMS yang langsung masuk dalam sistem jaringan Pertamina. Sistem baru ini juga sudah disosialisasikan ke seluruh pengusaha SPBU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menyebut, kini keadaan pendistribusian sudah berangsur normal. Di samping itu ada juga kendala pembatasa mobil tangki masuk dalam kota.
"Kita sudah berkoordinasi dengan pihak terkait soal mobil tanki tersebut. Dan hasilnya, sudah ada kesepakatan soal pendistribusian mobil tangki yang masuk jalur kota," katanya.
Masih menurut Windrian, biasanya rata-rata sehari ada 1.200 kiloliter BBM yang didistribusikan ke SPBU. Malah dalam dua hari terakhir ini, jumlahnya makin bertambah menjadi 1.400 kiloliter.
"Hari ini rencananya akan kita distribusikan 1.500 kiloliter. Jadi stok BBM tidak masalah," katanya.
(cha/dnl)











































