"Makanya kita dorong Pemprov, Pemkab maupun Pemkot di Kaltim, untuk minta tambahan kuota ke Kementerian ESDM," kata Asisten Manager External Relation Pertamina BBM Retail Region VI Kalimantan Bambang Irianto, kepada wartawan di Samarinda, Rabu (8/6/2011).
Bambang membeberkan, kuota premium berdasarkan ketetapan pemerintah pusat untuk Kaltim tahun 2011 ini sebesar 521.832 Kilo Liter (KL) sedangkan untuk solar sebesar 217.786 KL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penambahan sekitar 4-6 persen dari realisasi 2010 lalu," ujarnya.
Sedangkan rata-rata premium dan solar yang telah disalurkan perbulan sejak awal tahun 2011 lalu adalah 46.803 KL perbulan untuk premium serta 19.968 KL perbulan untuk solar.
"Silakan hitung, apakah melebihi kuota sampai dengan akhir tahun?" imbuh Bambang.
"Kelangkaan hampir terjadi di seluruh Indonesia, tidak hanya di Kaltim. Ternyata memang, kita tidak bisa menghemat premium," sebut Bambang.
Bambang mencontohkan, menyusul kelangkaan di Samarinda dan sekitarnya terkait ketersediaan premium di SPBU, Pertamina telah menambah jatah melebihi kuota untuk mengatasi kelangkaan dan antrean.
"Kita tambah sejak tanggal 2 Juni hingga 5 Juni," katanya.
Dijelaskan, Samarinda dan Tenggarong, ada 27 SPBU. Sejak tanggal 2 Juni ditambah 114 KL, 3 Juni 66 KL, 4 Juni 108 serta 5 Juni sebanyak 52 KL.
Lantas bagaimana dengan kota-kota lainnya, seperti Bontang, Sengatta dan Berau? Khususnya di Berau, Bambang menegaskan belum ada solusi yang tepat untuk mengatasi kelangkaan premium wilayah tersebut.
"Karena di Berau, dipasok dari Tarakan dengan menggunakan kapal yang mengangkut lebih dari 100 KL. Memang tidak didistribusikan ke SPBU semuanya," tutup Bambang.
(qom/qom)











































