Dari pengamatan detikFinance, salah satunya di SPBU Jalan Panglima M Noor, di Samarinda. Lebih sepekan terakhir pasca penurunan harga pertamax dari harga Rp 9.550, SPBU tersebut beroperasi penuh 24 jam. Pengelola SPBU hanya mengoperasikan 1 mesin pompa, khusus pertamax.
"Ya Pak, buka terus dari pagi sampai pagi lagi," kata seorang petugas SPBU Jalan PM Noor, Samarinda, Kaltim, Kamis (9/6/2011) siang WITA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski salah satu SPBU di Samarinda lainnya yang berlokasi di Jalan RE Martadinata, Teluk Lerong, tertulis 24 jam, namun operasional SPBU tersebut tidak sesuai dengan yang tertera di papan SPBU tersebut.
"Itu dia. Tertulis 24 jam tapi jam 10 malam sudah tutup," kata Amirullah, warga Jalan Dr Sutomo, kepada detikFinance.
Kepada detikFinance, Asisten Manager External Relation Pertamina BBM Retail Region VI Kalimantan Bambang Irianto menjelaskan, tidak ada instruksi khusus kepada pengelola SPBU khususnya di Kaltim yang menjual pertamax, untuk beroperasi 24 jam.
"Tidak, tidak ada instruksi khusus. Lebih banyak kepada kebijakan pengusaha," kata Bambang.
Ditanya detikFinance, apakah Pertamina memasang target penjualan pertamax di Kalimantan menyusul penurunan harga pertamax, Bambang enggan memastikan.
"Namanya bisnis, target penjualan pasti ada," ujar Bambang tanpa merinci target penjualan yang dimaksudkannya.
"Di Kaltim, memang hanya SPBU tertentu yang buka 24 jam. Karena kalau buka penuh, tapi tidak ada pembeli, pengelola pasti rugi dengan cost operasional," terangnya.
Terkait SPBU di Samarinda yang memasang papan operasional 24 jam, namun kenyataannya tidak demikian, Bambang berjanji akan menegur pengelola SPBU.
"Itu saran buat kami. Nanti kami akan ingatkan pengelolanya," tutup Bambang.
(dnl/dnl)











































