Borneo Lumbung Bidik Penjualan Batubara 3,6 Juta Ton

Borneo Lumbung Bidik Penjualan Batubara 3,6 Juta Ton

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 10 Jun 2011 18:09 WIB
Jakarta - PT Borneo Lumbung Energy Tbk (BORN) menargetkan penjualan batu bara berkalori tinggi (hard cooking coal) 3,6 juta ton selama tahun 2011, naik signifikan dari periode sebelumnya hanya 1,65 juta ton.

Menurut Direktur Marketing BORN, Ken Allan, perseroan mengharapkan kontribusi penjualan batu bara hasil kontrak jangka panjang akan mendominasi mulai tahun ini. Perbandingan kontrak jangka panjang dibandingkan penjualan spot mencapai 75:25.

Hal ini disampaikan Ken usai RUPS Tahunan, di Pacific Place, SCBD, Jakarta, Jumat (10/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Target volume penjualan tidak lepas dari efisiensi dan peningkatan kapasitas yang masih dilakukan perseroan dalam penambangan hard cooking coal. Tercatat, perseroan membidik peningkatan kapasitas produksi dari 3,6 juta ton di 2010, menjadi 5 juta ton di 2011.

"Dimana volume produksi per coal exposed 1,95 juta ton di 2010 menjadi 3,6 juta ton di 2011," tambahnya.

Efisiensi yang telah dan akan dilakukan BORN diantaranya, instalasi conveyor barge loader sebesar 2.400 ton per jam yang telah rampung di Mei 2010. Juga telah selesai instalasi coal crusher sebesar 850 ton per jam di Februari 2011, serta penyelesaian konstruksi ISP untik AKT tahap 1 di Mei 2011.

"Kami juga melakukan penambahan alat-alat berat yang selesai Juli 2011 dan konstruksi pengembangan infrastruktur, selesai Agustus 2011 dan konstruksi pengembangan jalan angkut di Oktober 2011," ucapnya.

Sepanjang tahun lalu, harga jual rata-rata batu bara berkalori tinggi BORN sekitar US$ 186 per ton. Untuk tahun ini, perseroan mematokan harga rata-rata lebih tinggi US$ 220-240 per ton, seiring banyaknya permintaan, khususnya dari perusahaan baja.

"Dalam budget kita harga US$ 220 per ton, tapi bisa mencapai US$ 240. Sepanjang triwulan I, harga sudah mencapai US$ 254 per ton. Triwulan II mencapai US$ 260 per ton. Dalam penjualan untuk mendapat harga terbaik, kami lakukan strategi. Harga BORN hampir sama dengan harga spotAustralian Premium," tuturnya.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads