Masih Kisruh, BP Migas Cuma Akui 1 Pejabat Barunya

Masih Kisruh, BP Migas Cuma Akui 1 Pejabat Barunya

- detikFinance
Selasa, 14 Jun 2011 10:46 WIB
Masih Kisruh, BP Migas Cuma Akui 1 Pejabat Barunya
Jakarta - Kisruh perombakan 3 pejabat deputi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) oleh Menteri ESDM masih terjadi. BP Migas baru mengakui 1 pejabat barunya, sementara yang lain tidak.

Kemarin, Kepala BP Migas R. Priyono melakukan serah terima jabatan (sertijab) dari Deputi Umum BP Migas baru yaitu Johannes Widjonarko, yang menggantikan Deputi Umum sebelumnya Achmad Syamsu Rizal Asir.

"Sertijab Deputi Umum ini dilaksanakannya sebagai wujud konsistensi BP Migas terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku," Priyono seperti dikutip dari situs BP Migas, Selasa (14/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BP Migas melakukan sertijab untuk Deputi Umum baru karena calon yang dipilih Menteri ESDM ini sesuai dengan usulan Kepala BP Migas. Menurut Priyono, dalam Pasal 20 PP 42/2002 menyebutkan wakil kepala dan deputi BPMIGAS diangkat dan diberhentian oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) atas usul Kepala BP Migas.

Oleh karena itu, lanjut Priyono, saat ini BP Migas belum dapat melaksanakan sertijab dua calon deputi lainnya karena memandang ada potensi bertentangan dengan ketentuan yang ada. "BP Migas telah melaporkan hal ini kepada Presiden dengan tembusan kepada Menteri ESDM," kata dia.

Sebelumnya, Staf Ahli Menteri ESDM, Kardaya Warnika mengatakan, pergantian 3 pejabat deputi BP Migas tersebut sudah sah dan berlaku sejak surat keputusan (SK) Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh diteken pada awal Juni ini.

Pergantian tiga pejabat deputi ini dilakuakn dalam satu Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

"Surat itu sudah keputusan. Kalau tidak salah, saya dapat info dari kepagawaian ketiga deputi itu diangkat dalam 1 SK. Masak yang 1 berlaku yang 2 enggak? Jadi kalau yang ini berlaku ya berlaku semua, kalau enggak ya enggak semua. Mengenai sertijab itu tidak memepengaruhi berlakunya SK," tutur Kardaya.

Seperti diketahui, pihak BP Migas tak mau mengakui tiga pejabat deputi barunya yang dilantik oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh.

Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan Elan Biantoro mengatakan, alasan BP Migas tak menerima pejabat baru ini adalah karena pengangkatan dan pemberhentian 3 deputi baru tersebut tidak sesuai dengan usulan Kepala BP Migas.

Sampai akhir Mei 2011 produksi minyak nasional baru mencapai 906,4 ribu barel per hari atau jauh di bawah target pemerintah sebesar 970 ribu bph.

Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh kemarin merombak tiga pejabat BP Migas yaitu:


  • Achmad Syahroza menjadi Deputi Keuangan, sebelumnya Syahroza menjadi Staf Ahli Menteri ESDM
  • Johanes Widjanarko menjabat sebagai Deputi Umum. Sebelumnya Wijanarko merupakan pejabat di Kementerian ESDM
  • Wibowo S. Wirjawan menjabat sebagai Deputi Operasi. Wibowo sebelumnya menjadi Deputi Keuangan
Β 


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads