Kini mereka sudah bisa menikmati listrik sejak masuknya program Listrik Desa tahun 2010 lalu. Untuk mengisi baterai HP, beberapa warga Maumere harus membayar Rp 2.000 untuk mengisi baterai HP.
Demikian disampaikan Maria Feligonda, selaku Kades Meken Detung, kecamatan Kangae, Maumere, NTT (14/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maria mengatakan, karena tidak ada listrik, dia terpaksa harus turun ke kota Maumere dan membayar Rp 2.000 per HP sampai baterai penuh.
"Sejak 26 April 2011 lalu listrik baru dapat masuk. Kita juga langsung pakai listrik prabayar," jelas Maria.
Maria menjelaskan, di desanya sudah ada sekitar 200 kepala keluarga yang sudah mendapatkan listrik dari 478 kepala keluarga yang ada di desanya.
"Mereka belum dapat listrik karena belum sampai jaringannya. Jadi ada beberapa RT yang belum dapat listrik," ucapnya.
Sejauh ini, warga desanya yang belum terlistriki sudah mempertanyakan hal tersebut. Mereka sendiri sudah siap mendapatkan listrik.
"Kemarin, kami sudah disampaikan bahwa jaringan yang belum ada akan ditambah secara bertahap. Memang sebelumnya, kendala yang ada salah satunya karena biaya penyambungan," tutur Maria.
Untuk biaya penyambungan listrik bisa mencapai Rp 2 juta untuk 900 VA dan Rp 3 juta untuk 1.300 VA. Namun masyarakat mendapatkan dana pinjaman PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) sehingga sudah ada yang bisa memasang listrik.
Dengan adanya akses listrik, Maria mengakui sangat membantu warga untuk beraktivitas. Anak-anak mereka dapat belajar lebih jelas, penerangan lebih terang, dan bisa membantu kegiatan ibu-ibu yang biasa melakukan kegiatan tenun.
"Kami sekarang sudah senanglah, karena listrik sudah masuk," ungkapnya.
(nrs/dnl)










































