Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo menyatakan penerimaan negara dari migas sebelumnya selalu bersaing dengan penerimaan pajak. Sekitar tahun 1970-an, penerimaan migas bisa mencapai 70% dari keseluruhan penerimaan negara.
Namun, lanjut Evita, hal tersebut berbanding terbalik pada saat ini di mana penerimaan pajak justru jauh lebih besar dari penerimaan migas yang turun menjadi 30%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Evita menyatakan pemerintah terus mendorong peningkatan wilayah kerja pengeboran minyak dan gas baru yang saat ini trennya bergerak ke lepas pantai.
"Dari 228 wilayah kerja yang ada 52% di daratan, 48% di lepas pantai. Tapi dari 19 wilayah kerja baru 10% di daratan selebihnya di lepas pantai. Jadi bergerak ke lepas pantai," jelasnya.
Caranya, lanjut Evita, dibutuhkan kapal-kapal baru, seperti kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS), Platform Supply Vessel (PSV), dan Diving Support Vessel (DSV). Dengan adanya azas cabotage diharapkan tambahan kapal tersebut bisa tercapai.
(nia/dnl)











































