Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyatakan, peningkatan penggunaan gas untuk pembangkit listrik merupakan salah satu cara jitu menurunkan BPP (Biaya Produksi Penyediaan) listrik adalah dengan mendapatkan pasokan gas.
"Pokoknya untuk masalah gas itu gini, tahun lalu memang kita belum mau memikirkan gas. Karena masih konsentrasi untuk mengatasi krisis listrik dan daftar tunggu pelanggan. Sekarang kita udah mulai pikir gas," tegasnya dikonfirmasi detikFinance, Kamis (16/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kemarin sudah ke Iran, dan betul-betul ke sana. Kalau dapat gas impor, saya nggak peduli. Kita ini punya banyak gas, masa sulit untuk dapat gas?" tanya Dahlan.
Namun ketika ditanya lebih lanjut terkait impor gas tersebut, Dahlan tidak mau menjawab banyak. "Tahun ini kita mau berpikir keras untuk mendapatkan gas. Gak peduli dari mana pun. Bulan ini nanti ada kejutan pokoknya," tanggapnya.
"Kalau pakai gas, maka PLN bisa menghemat triliunan. Ini kasus Bank Century yang Rp 7,5 triliun sampai diributkan setengah mati. Tapi yang Rp 15 triliun tiap tahun tidak diributi (penambahan subsidi listrik)," tambah Dahlan.
Menurutnya, PLN sudah bisa mengatasi krisis listrik dan juga daftar tunggu listrik. Sekarang, katanya, PLN memiliki tugas untuk bagaimana caranya mengatasi mati lampu dan memikirkan gas.
"Ditekan atau tidak ditekan PLN memang harus menurunkan BPP," imbuhnya.
(nrs/dnl)











































