"Dua hedge funds dari Amerika Serikat sudah memberikan komitmennya mengucurkan dana masing-masing sebesar US$ 7 miliar untuk keperluan investasi proyek kami," kata Presiden Direktur dan CEO Merukh Enterprises Rudy Merukh dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/6/2011)
Ia menambahkan pihaknya telah melakukan roadshow ke Hongkong bersama salah satu mitra bisnis Merukh Enterprises yang sebelumnya sudah menangani komitmen pendanaan untuk Merukh Enterprises pada 2007 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami telah menunjuk salah satu bank di Hongkong yang berskala internasional untuk menstrukturisasi pendanaan tersebut," katanya.
Sementara itu Senior Vice President Global Minerals and Coal Merukh Enterprises Rocky Merukh mengatakan, pendanaan US$ 14 miliar tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan proyek pertambangan Merukh Enterprises di Indonesia, terutama tambang tembaga di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur dan tambang emas di Pohwatu, Provinsi Gorontalo.
Β
Vice President Fund Raising Merukh Enterprises Janny Utami menambahkan, sebagian dari dana itu digunakan juga untuk pembayaran pengambilalihan 80% saham Avocet Mining Plc di tambang emas PT Avocet Bolaang Mongondow dan tambang emas Penjom, Kesultanan Pahang, Malaysia serta semua aset Avocet Mining Plc di Asia Tenggara.
Β
"Kami juga mengalokasikan dana itu untuk pengembangan sumur-sumur minyak milik Merukh Enterprises di Texas, Amerika Serikat, investasi lanjut divisi perhotelan, dan pembangunan perkantoran milik Merukh Enterprises di Singapura," jelas Janny.
Merukh Enterprises adalah perusahaan nasional yang bergerak di bidang pertambangan mineral, batubara, dan panas bumi. Melalui Pukuafu Indah, Merukh Enterprises juga pemegang saham 20% tambang emas dan tembaga PT Newmont Nusa Tenggara.
Perseroan juga memiliki 100% saham tambang emas dan tembaga di Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dan tambang batubara di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.
(hen/hen)











































