Agus Marto menyatakan pihaknya setuju dengan usulan DPD untuk menekan subsidi sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin.
"Ada masukan dari DPD. Kelihatannya DPD sangat menekankan agar DPD dapat tepat sasaran dan subsidi itu dapat betul-betul meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat yang miskin yang tertinggal," ujarnya saat ditemui di Gedung DPD, Jakarta, Senin (20/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, pemerintah itu sekarang inikan punya 2 opsi. Dalam arti punya dua kesempatan. Yaitu, satu adalah penyesuaian harga BBM, yang kedua adalah melakukan pengaturan besarnya BBM bersubsidi. Kalau penyesuaian harga BBM, tentu masih kita rundingkan, nanti hari Jumat akan ada pembahasan dengan Menko Perekonomian," ujarnya.
Agus Marto mengakui meskipun penggunaan BBM bersubsidi tersebut telah melebihi kuota sebesar 7 persen dibandingkan penggunaannya tahun lalu. Namun, jika pembatasan BBM bersubsidi tersebut tetap dilakukan pada tahun ini, maka dia optimistis kuota BBM masih bisa ditahan sesuai dengan target tahun ini.
"Tentu kami mengharapkan agar pemerintah dalam hal ini BPH Migas, Menteri ESDM, Pertamina, bisa melakukan pengendalian BBM bersubsidi sehingga jumlahnya tidak melebihi 38,6 juta kilo liter yang dianggarkan. Kalau saya dengar secara informal itu bisa (capai target)," imbuhnya.
(nia/qom)











































