Hal tersebut diutarakan oleh Sukrisno, selaku Direktur Utama PT BA seusai menghadiri rapat dengar pendapat bersama dengen Anggota Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (20/6/2011).
"Jadi, kita ada 3 sumur CBM di Tanjung Enim dengan kapasitas 50 juta kaki kubik gas per harinya. Itu nanti gasnya untuk Pertamina," kata Sukrisno.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Status per 31 Desember 2010 kita sudah PSC (Production Sharing Contract) antara PT BA, Pertamina, dan Arrow Energy bersama dengan pihak Pemerintah RI. Termasuk pula untuk Join Operation Agreemeent-nya," jelasnya.
Rencananya, pengeboran ketiga sumur tersebut diselesaikan tahun ini dan diperkirakan sudah dapat beroperasi pada tahun 2013, untuk memproduksi gas secara komersial.
"Tahun ini sudah satu sumur yang dibor. Itu masing-masing sampai 600 meter. Tapi selain itu masih ada sumur-sumur lain di sana yang bisa dibor," tambah Sukrisno.
Dia menambahkan, PT BA juga berencana melakukan pengembangan sumur CBM di wilayah Sijunjung dimana pengerjaannya akan dikerjakan bersama Global Lion Energy.
"Di Sijunjung, itu di Riau sudah teken dengan Global Lion Energy, tapi kita belum ada kegiatan pengeboran," ucapnya.
(nrs/qom)
