"Sebetulnya dari sisi stok kita nggak ada masalah. Masalah yang ada adalah, karena memang ada kuota yang harus kita patuhi," terang Mochammad Harun, selaku VP Corporate Communication Pertamina kepada detikFinance, Jakarta (21/6/2011).
Harun menjelaskan, Pertamina ditugasi untuk memberikan kuota BBM di setiap daerah sesuai dengan yang jatah yang ditentukan per harinya. Sehingga kekurangan stok BBM di beberapa wilayah bakal terjadi jika ada kelebihan konsumsi BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kuota yang sudah ditetapkan per harinya, maka Pertamina sulit melakukan penambahan kuota BBM di suatu daerah manakala terjadi kekurangan stok. "Kalau tanpa ada persetujuan penambahan kuota, kita gak mungkin menambah kuotanya," kata Harun.
"Maka itu, kita tetap memasok seperti biasa dengan kuota yang ditentukan di masing-masing dareah. Memang karena konsumsinya saja makin meningkat. Tapi, terakhir kita monitoring, di wilayah Riau sudah tidak ada masalah," lanjut Harun.
Harun juga menambahkan, selain akibat dari peningkatan konsumsi BBM, masih banyaknya tindakan penyelewengan atau penyelundupan BBM menjadi salah satu masalah terhadap habisnya stok BBM di suatu wilayah.
"Ini juga masih banyak tindakan yang suka menimbun BBM. Makanya kemarin kan banyak pihak aparat yang menangkapi itu. Jadi, selain peningkatan konsumsi, masalah penyelewengan ini juga menjadi pemicu kurangnya stok BBM," tukasnya.
Seperti diketahui, sejumlah SPBU di Pekanbaru terlihat lengang dan terpasang plang pengumuman dengan tulisan 'Bensin Habis'. Sedangkan di Kabupaten Rokan Hilir, sejumlah SPBU terjadi antrean panjang hingga satu kilometer karena keterbatasan BBM.
(nrs/qom)











































