ESDM Belum Restui Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg dan 50 Kg

ESDM Belum Restui Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg dan 50 Kg

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 22 Jun 2011 12:57 WIB
ESDM Belum Restui Kenaikan Harga Elpiji 12 Kg dan 50 Kg
Jakarta -

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) belum menyetujui kenaikan harga elpiji 12 kg dan 50 kg yang diajukan oleh Pertamina. Pemerintah masih khawatir kenaikan dua jenis elpiji tersebut akan menambah disparitas harga antara elpiji 3 Kg.

"Memang ada usulan ke kami tapi terus terang kami belum memutuskan, kami masih memperhitungkan segala-galanya karena nanti akan ada disparitas harga yang terlalu besar antara yang bersubsidi dengan yang non subsidi, sekarang pun sudah ada disparitas. Jadi kalau dinaikkan akan bertambah lebar disparitasnya," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM Evita Legowo saat ditemui di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (22/6/2011)

Ia menegaskan, kenaikan sekecil apapun terhadap dua jenis elpiji tersebut akan menjadi konsen Kementerian ESDM. Sebab kenaikan berapapun akan memberikan konsekuensi perbadaan harga yang sangat timpang antara elpiji 3 kg yang disubsidi dengan dua elipiji tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang sekarang ini pun menurut saya masih terlalu tinggi, kalau ditambah lagi maka akan lebih tinggi lagi," ucap Evita.

Sementara itu VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Mochammad Harun ditempat yang sama mengatakan masalah usulan kenaikan ini masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS). Ia pun tak memungkiri jika pemerintah khususnya kementerian ESDM khawatir terhadap disparitas harga yang begitu tinggi jika elpiji 12 dan 50 kg dinaikan.

"Tunggu RUPS soal yang 12 dan 50, dari sisi teknisnya memang kita sampaikan ke Bu Evita, beliau kan concern jangan sampai ada pergeseran dari 50, 12 kg ke 3 kg," kata Harun.

Harun mengatakan, dasar usulan kenaikan ini juga tidak terlepas dari upaya menambah jangkauan suplai elpiji kepada industri. Selama ini demand industri ditahan jadi 900.000 ton dari permintaan sesungguhnya 1,1 juta ton.

"Ini nggak sehat buat industri, kita mau penuhi kebutuhan industri juga. Ini yang mau kita penuhi, kita ingin berbagi peran dan beban, kita ingin penuhi tapi kita juga tidak ingin merugi dari elpiji, jadi sama-sama jalan lah, industri dapat pasokan gas dengan baik termasuk untuk growth juga, termasuk dari sisi kami supaya perbedaan harga dengan keekonomian tiadk terlalu besar," katanya.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads