Pertamina Incar Penjualan 300 Ribu Kiloliter BBM ke Industri Kapal

Pertamina Incar Penjualan 300 Ribu Kiloliter BBM ke Industri Kapal

- detikFinance
Jumat, 24 Jun 2011 16:59 WIB
Pertamina Incar Penjualan 300 Ribu Kiloliter BBM ke Industri Kapal
Jakarta - PT Pertamina (persero) berencana mengejar target penjualan BBM Marine atau ke sektor perkapalan sebanyak 300 ribu kiloliter (KL) di tahun ini. Rencananya, dalam lima tahun ke depan, perusahaan lokal migas tersebut berencana menjual hingga 1 juta KL BBM Marine.

Demikian disampaikan VP Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jakarta, Jumat (24/6/2011).

"Ini merupakan langkah Pertamina dalam mengejar target untuk penjualan BBM industri marine. Dalam rencana program lima tahun Divisi Industry and Marine Fuel Marketing, ditargetkan untuk BBM Marine dengan harga keekonomian dapat tumbuh paling tidak sampai dengan 1 juta KL untuk lima tahun ke depan. Sementara untuk tahun ini penjualan BBM Marine mencapai 300 ribu KL," jelas Harun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harun melanjutkan, beberapa waktu lalu Pertamina menggandeng PT Pelindo untuk memberikan pelayanan dan penyediaan BBM Non Subsidi bagi kapal di Pelabuhan tanjung Priok, khususnya untuk kapal ocean going.

"Kerjasama tersebut nantinya akan dilakukan di pelabuhan lainnya di Indonesia. Diharapkan penjualan BBM untuk kebutuhan bunker kapal ocean going di Tanjung Priok melalui Pelindo dapat meningkatkan volume penjualan BBM Non Subsidi Pertamina," tambahnya.

Pihaknya berharap dengan bekerja sama dengan PT Pelindo maka Pertamina dapat menciptakan pasar baru karena pasar utama yang dituju adalah kapal-kapal ocean going yang selama ini melakukan pengisian BBM di luar negeri. Maka, katanya, seiring dengan pertumbuhan Tanjung Priok jumlah kapal ocean going yang melakukan pelayaran langsung ke berbagai negara di Eropa dan Afrika akan semakin meningkat.

"Pertamina juga menerapkan strategi untuk meningkatkan penjualan BBM Marine di luar negeri. Pertamina melakukan penjualan di Singapura yang dilakukan sejak awal 2011 dengan kionsumen yang dilayani adalah perusahaan kapal pesiar Cruise Classic International Australia," lanjut Harun.

Kemudian, Pertamina sendiri juga meluncurkan sistem E-Serve sejak tahun lalu di mana dapat memonitoring pembayaran dan historical pembelian BBM Marine dalam periode tertentu.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads