Perseroan memperkirakan pasokan gas alam cair (LNG) dari BP Tangguh ke unit penampungan dan regasifikasi terapung (floating storage receiving terminal) Belawan, miliknya bakal mencapai 1,25-1,5 Metric Tons Per Annum (mtpa).
Namun detil besaran pasokan, masih harus menantikan penetapan Dirjen Migas dan BP Migas. Demikian disampaikan Presiden Direktur PGAS, Hendi Priyo Santoso, usai RUPS Tahunan, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (27/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat pasokan sudah dapat dipastikan, PGN siap membangun floating storage receiving terminal ini. Pembangunan EPC ditargetkan dimulai pada Oktober 2011, dan akan rampung di akhir 2012.
"Setelah final head of aggrement, dilanjutkan dengan MoU antara PGAS dengan PLN sebagai konsumen utama untuk proyek terminal di Belawan," paparnya.
Floating storage receiving terminal akan memiliki kapasitas 1,8 mpta atau setara dengan 220 juta kaki kubik per hari (mmscfd). Ini berarti supplai BP Tangguh belum mengoptimalisasi konversi LNG ke gas pada terminal Belawan milik perseroan.
"Jadi kapasitas bukan 3 mpta, kalau ini adalah kapasitas pengembangan," tegasnya.
Saat ditanyakan peluang pasokan gas lain melalui importasi tambahan, Hendi menegaskan, tidak ada rencana tersebut. "Belum ada impor. Nanti kalau sudah disebut, maka supplai gas untuk sekitar terminal Belawan sudah tercukupi," paparnya.
Perseroan juga tengah mengantongi calon kontraktor pembangunan EPC floating storage receiving Belawan. Namun ia enggan menyebut identitas calon kontraktor sampai ada kepastian pemegang tender.
"Calon pemegang kami belum bersedia share. Ada dua, off take PLN, sama yang supplai LNG," ucapnya.
(wep/dnl)











































