Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Sumut Fadly Nurzal menyatakan, situasi saat ini di Sumut banyak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tidak tersedia solar karena alokasi BBM bersubsidi untuk daerah-daerah tertentu sudah melebihi batas. Akibatnya berimbas ke mana-mana.
"Banyak kendaraan yang terpaksa bermalam di SPBU karena sudah tidak bisa melanjutkan perjalanan, menunggu ketersediaan solar," kata Fadly Nurzal pada wartawan di Medan, Kamis (30/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masalah penyalahgunaan BBM ini merupakan ranahnya polisik, kita minta ini untuk ditindaklanjuti. SPBU yang terindikasi melakukan penyahgunaan, silahkan diusut, tetapi masalah ketidatersediaan BBM subsidi ini harus diatasi juga, maka kita minta agar kuota ditambah," katanya.
Berkaitan dengan menipisnya ketersediaan BBM di beberapa SPBU di Sumut, Fadly Nurzal juga berharap Pertamina dalam mengambil langkah yang taktis. Sehingga masalah tersebut dapat teratasi.
Sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah, alokasi untuk Sumut tahun ini untuk bensin jenis premium sebanyak 1,3 juta kiloliter (KL) dan solar 1 juta KL. Sementara data yang diperoleh dari PT Pertamina Regional I di Medan menunjukkan, terhitung sejak 31 Mei 2011, penyaluran premium sudah kelebihan konsumsi hingga 7% dan solar 5%.
Daerah yang paling tinggi kelebihan konsumsi BBM subsidinya biasanya di kabupaten atau kota yang banyak aktivitas industri atau perkebunan maupun pertambangan. Antara lain di Kabupaten Mandailing Natal kelebihan konsumsi premium 14% dan solar 15%, Kabupaten Simalungun kelebihan konsumsi premium 10% dan solar 8%, Kota Binjai premium 10%, solar 11%, Kota Tebing Tinggi kelebihan konsumsi premium 20% dan solar 17%, Kota Tanjung Balai kelebihan konsumsi premium 6% dan solar 16%.
(rul/dnl)











































