"Proyek ini bisa saling menguntungkan. Kekurangan gas yang dihadapi PLN bisa dibantu, sekaligus dapat memangkas biaya energi," kata General Manager Kepco, Kim Young Saeng dalam acara Indonesia–Korea Energy Forum di Jakarta, Kamis (30/6/2011).
Kepco akan membangun proyek CNG tersebut dari hulu sampai ke hilir. Pihak Kepco juga bekerjasama dengan Korea Gas Corporation (Kogas) dan juga Korea National Oil Company (KNOC) dalam rangkaian pembangunan kilang CNG di lapangan sampai ke pembangkit Bojonegara, Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kim Young Sae menambahkan, pihaknya juga akan membangun kapal CNG, fasilitas proses dan pengisian, juga penyimpanan di pembangkit listriknya. Untuk pembangkit, rencananya akan dibangun di Bojonegara dengan kapasitas 750 MW.
"Feasibility study (FS) proyek ini sudah selesai dan siap untuk dibangun," katanya.
Kurangnya pasokan liquefied natural gas (LNG) atau gas alam cair membuat pihaknya merubah pembangkit 750 MW tersebut menggunakan CNG. Nantinya pengoperasian pembangkit itu akan bekerjasama dengan PT PLN (Persero).
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),Evita Herawati Legowo merespons sangat positif. "Ini bagus sekali, jadi kelihatannya Kepco sudah begitu rapihnya mengembangkan ini," tanggapnya.
Menurut Evita, Kepco dapat mengambil pasokan CNG dari beberapa sumber gas yang ada di Jawa Barat. Pihaknya berencana membicarakan hal ini lebih lanjut dengan PLN, Pertamina, PGN, dan juga Kepco.
(nrs/hen)










































