Kepala Riset Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, jika kenaikan harga BBM dilakukan di akhir tahun maka akan banyak anggaran subsidi yang terbuang percuma.
"Saya pikir kalau memang mau naikkan harga (BBM subsidi) harus secepatnya. Atau jangan naikkan sama sekali. Kalau naikkan di akhir tahun, penghematannya sedikit. Kenaikannya (harganya) pun jadi semakin besar di akhir tahun. Maka itu harus lebih cepat," ujar Purbaya ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (1/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Purbaya juga menanggapi, jika menaikkan harga di saat seperti ini tidak akan timbul respons penolakan dari masyarakat. Hal tersebut mengingat adanya kenaikan indeks kepercayaan pemerintah sejak Maret lalu.
"Sekarang kepercayaan masyarakat sudah lumayan indeksnya, sehingga sudah cukup untuk menyerap kenaikan harga BBM bersubsidi tanpa harus ribut-ribut," katanya.
Dia juga menambahkan, jika pemerintah menaikkan harga BBM subsidi hingga 50% hal tersebut perlu didukung dengan adanya program BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi masyarakat.
"Memang rencananya kalau untuk menghemat kan uangnya untuk pembangunan, Tapi harus diperhatikan juga uang yang dihemat itu betul. Selama ini kan anggarannya selalu lebih. Tahun lalu saja ada Rp 100 triliun," lanjut Purbaya.
Maka itu dirinya juga menekankan, pemerintah kalau ingin menaikkan BBM bersubsidi dengan niat menghemat anggaran perlu juga mendorong penambahan ekonomi masyarakat.
(nrs/dnl)











































