Demikian disampaikan VP Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun ketika ditemui sejumlah wartawan di kantornya, Jakarta, Jumat (1/7/2011).
"Sampai 28 Juni 2011 kemarin, mau mendekati semester I, konsumsi premium sudah mencapai 11,3 juta KL," kata Harun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian, untuk konsumsi solar sudah terealisasi sebanyak 6,3 juta KL dari kuota yang ditetapkan sebanyak 12,99 juta KL di tahun ini," lanjutnya.
Konsumsi BBM bersubsidi jenis Solar juga melebihi target dari kuota yang ditetapkan per bulannya hingga 107,5% (kelebihan 7,5%).
"Kita ke depannya juga harus menyiapkan ekstra BBM Bersubsidi. Karena ada peningkatan konsumsi masyarakat. Apalagi sebentar lagi jelang bulan puasa dan lebaran," tutur Harun.
Pihaknya juga memprediksi, sampai akhir tahun konsumsi BBM bersubsidi bisa 'bobol' menjadi 40,5 juta KL dari kuota yang ditetapkan di tahun 2011 sebesar 38,5 juta KL.
"Kalau dilihat, kita memperkirakan 40,5 juta KL sampai akhir tahun 2011. Daily of take BBM Subsidi saja sudah mencapai 68 ribu KL per hari. Biasanya 56-60 ribu KL. Ini sudah mencapai 68 ribu KL," terang Harun.
Pertamina sendiri berjanji untuk melepas stok BBM bersubsidi yang ada demi mencegah adanya kelangkaan BBM. Pihaknya mengaku siap jika pada akhir tahun keuntungan perusahaan migas lokal tersebut dipotong keuntungannya.
(nrs/dnl)











































