Demikian disampaikan Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Kementerian Keuangan BKF, Andie Megantara dalam acara Workshop Reformasi Subsidi Energi Di Indonesia, Hotel Akmani, Jakarta, Selasa (5/7/2011).
"Seharusnya, kita bisa menaikkan BBM Bersubsidi di bulan Maret, April, atau Mei 2011 kemarin," kata Andie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sekarang dinaikkan sudah telat, justru sulit. Rakyat jadi terbebani. Kenapa? Karena sebentar lagi liburan sekolah selesai, kemudian masa panen sudah habis, dan akan masuk bulan puasa dan Natal di akhir tahun. Kalau dinaikkan sekarang, akan inflasi dan makin nggak karu-karuan," tutur Andie.
Untuk menahan laju konsumsi BBM Subsidi yang dipatok sebanyak 38,6 juta KL di 2011 ini, ia menilai satu-satunya cara adalah dengan mengurangi volume BBM tersebut atau menahan kuotanya.
"Sekarang adalah bagaiaman kita mengurangi volume BBM Bersubsidi. Kalau mau naikkan harga sudah telat, mau tidak mau di tahun depan. Kalau dinaikkan sekarang, ya tadi, inflasi akan naik, kemiskinan naik, industri juga kena, dan pertumbuhan ekonomi akan kena," ungkap Andie.
Menurutnya, empat dampak tadi yang masih dipikirkan dan menyulitkan pemerintah untuk menaikkan BBM Bersubsidi.
"Makanya Kemenko (Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian) sulit menaikkan BBM Subsidi saat ini karena empat dampak tadi. Walau dari Kemenkeu (Kementerian Keuangan) sudah mendesak terus, bahwa kalau tidak dinaikkan maka APBN bisa jebol," kata Andie.
Ia menambahlkan, sejak tahun 2005 volume BBM Bersubsidi selalu lebih dari yang ditetapkan di APBN. "Sampai saat ini, kuota BBM Bersubsidi yang dipatok sebesar 38,6 juta di 2011 realisasainya sudah lebih dari 50%," terangnya.
Seperti diketahui, mengingat harga minyak dunia sempat naik hingga US$ 115 per barel, mengakibatkan harga BBM di Indonesia terpengaruh. Sehingga, harga BBM Keekonomian (Pertamax Cs) yang tidak disubsidi harganya terdongkrak naik.
Akibatnya, disparitas antara BBM Subsidi dan Non Subsidi semakin melebar. Maka dampaknya adalah banyak peralihan masyarakat dari yang biasa membeli BBM Non Subsidi ke BBM Subsidi. Sehingga, dampaknya terhadap BBM Bersubsidi adalah, konsumsinya semakin berlebih dan kuota yang sudah ditetapkan di APBN 2011 terancam 'jebol'.
Β
(nrs/qom)











































