Penambahan Jatah BBM Subsidi 2 Juta Kiloliter Tunggu Izin DPR

Penambahan Jatah BBM Subsidi 2 Juta Kiloliter Tunggu Izin DPR

- detikFinance
Selasa, 05 Jul 2011 15:45 WIB
Jakarta - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menunggu persetujuan dari pihak DPR soal penambahan kuota BBM subsidi dari 38,5 juta kiloliter (KL) menjadi 40,5 juta KL di tahun ini.

Menurut Kepala BPH Migas Tubagus Haryono, penambahan jatah BBM subsidi ini perlu dilakukan karena tingkat konsumsi BBM subsidi yang terus melonjak.

"Saya kira begini, memang permintaan ini (BBM) kan cukup tinggi sementara anggarannya kita masih memakai alokasi yang lama, sekarang kami menunggu persetujuan APBN-P 2011 tentang kuota BBM bersubsidinya," ungkap Tubagus kepada detikFinance, Selasa (5/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita usulkan segitu (40,5 juta KL), dan jangan sampai lebih. Dan kalau naik, nanti kita akan atur secara proporsional," lanjut Tubagus.

Di tempat yang berbeda, Anggota Komite BPH Migas, Adi Subagyo mengatakan kenaikan harga BBM Subsidi perlu dilakukan untuk mengurangi penyelewengan serta memperkecil disparitas harga (antara premium cs dan pertamax cs) yang mengakibatkan peralihan.

"Kalau kuota ditambah, tidak akan masalah. Ini kalau DPR dan pemerintah setuju. Kemudian, ada sisi lain yaitu menaikkan harga BBM subsidi sehingga disparitas mengecil dan penyelewengan berkurang," jelasnya.

Seperti diketahui, hingga saat ini konsumsi BBM bersubsidi (premium cs) terancam bobol dari kuota yang ditetapkan hingga akhir 2011.

Berdasarkan penyampaian dari Pertamina, per semester I 2011 Konsumsi bensin premium sudah mencapai 105,2%. Adapun kuota premium yang ditetapkan di 2011 ini adalah sebesar 23,1 juta KL untuk semester I-2011.

Sedangkan, untuk konsumsi solar sudah terealisasi sebanyak 6,3 juta KL dari kuota yang ditetapkan sebanyak 12,99 juta KL di 2011. Terjadi kelebihan hingga 7,5% sehingga realisasi targetnya menjadi 107,5%.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads