Demikian disampaikan selaku Kepala BPH Migas Tubagus Haryono ketika ditemui di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Selasa (5/7/2011).
"Besok kita akan mengajukan APBN-P 2011 ke Komisi VII DPR RI, jadi kita siapkan tiga skenario," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada kisaran angka antara 39 juta kiloliter (KL) hingga 40,9 juta KL. Kita sejauh ini mengambil 'skenario ketat' dengan catatan peningkatan pengawasan terhadap BBM subsidi," terang Tubagus.
Adapun dari rentang angka tersebut, BPH Migas berencana mengusulkan penambahan kuota BBM subsidi menjadi 40,4 juta KL. Sebelumnya, sempat dikatakan akan diusulkan 40,5 juta KL.
"Dari angka usulan tersebut, dari kuota lama (38,5 juta KL) yang paling tinggi adalah penambahan solar. Itu dilihat dari persentasenya," tuturnya.
Penambahan kuota tersebut juga dalam rangka menjelang bulan puasa di mana akan ada kenaikan permintaan terhadap premium dan juga solar.
"Jadi kira-kira akan ada kenaikan dengan sloop positif, kecuali kalau abis lebaran baru turun (permintaan). Ada juga faktor uncontrolable, misalnya karena kenaikan kendaraan karena nggak bisa dibatasi," ungkap Tubagus.
Permintaan BBM subsidi juga bertambah dengan adanya peningkatan premium dari nelayan semenjak mereka menggunakan kapal fiber yang memakai bensin. "Ini perlu penyesuaian, sebelumnya mereka kan pakai solar," timpalnya.
(nrs/dnl)











































