Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Tubagus Haryono dalam presentasinya pada rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/7/2011).
"Volume BBM bersubsidi sampai dengan 27 Juni 2011 sudah mencapai 19.558.644 KL," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tingginya konsumsi BBM bersubsidi tersebut disebabkan karena adanya pertumbuhan kendaraan bermotor yang cukup besar," lanjut Tubagus.
Kemudian, disparitas harga BBM bersubsidi dengan BBM non-subsidi yang masih tinggi dengan rata-rata perbedaan harga menacapai Rp 4.000.
Lebih lanjut, Tubagus merinci realisasi konsumsi BBM bersubsidi sampai dengan 27 Juni 2011 lalu:
- Premium: 11.854.369 KL (51,11% dari target APBN)
- Minyak Tanah: 907.644 KL (39,20% dari target APBN)
- Minyak Solar: 6.796.631 KL (51,9% dari target APBN)
- Premium: 23.190.505 KL
- Minyak Tanah: 2.315.599 KL
- Solar: 13.094.952 KL
(nrs/dnl)











































