Ketua DPD Hiswana Migas Sumbar Rinto Wijaya, ketika dihubungi detikFinance, Kamis (7/7/2011) mengatakan sejauh ini pasokan BBM untuk kebutuhan Sumbar tidak ada masalah. Kelangkaan BBM di sejumlah SPBU lebih disebabkan karena kurangnya sarana transportasi BBM sehingga daya angkut menuju SPBU menjadi lemah.
"Jumlah transportasi pengangkut yang beroperasi tidak sebanding dengan jumlah SPBU di Sumbar. Saat ini, jumlah truk pengangkut BBM yang dijalankan Pertamina melalui PT Elnusa hanya 125 sampai 130 unit dengan daya angkut masing-masing 14 kilo liter. Sementara, jumlah SPBU di Sumbar mencapai 97 SPBU,β ujar Rinto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sales Representative Pertamina Sumbar Ketut Permadi, mengatakan sejauh ini pasokan BBM ke Sumbar dari Pertamina tetap normal. Menurutnya, selain kurangnya armada angkut, kelangkaan premium yang terjadi di sejumlah daerah di Sumbar selama satu pekan terakhir merupakan imbas dari melonjaknya permintaan.
"Permintaan premium di Sumbar rata-rata di atas 2.000 kilo liter perhari, melebihi penggunaan rata-rata yang biasanya hanya sekitar 1.800 kilo liter. Kelangkaan BBM di kawasan Jambi dan Sumatera Utara juga menjadi penyebab langkanya BBM di sejumlah daerah di sumbar," kata dia.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelangkaan BBM jenis premium terjadi di sejumlah SPBU di Sumbar seperti di kota Solok, kabupaten Solok, kota Padang Panjang, dan kabupaten Tanah Datar.
(yon/hen)











































