Rp 25 Triliun Dirogoh Demi Tambah Jatah BBM Subsidi 1,89 Juta KL

Rp 25 Triliun Dirogoh Demi Tambah Jatah BBM Subsidi 1,89 Juta KL

- detikFinance
Kamis, 07 Jul 2011 21:40 WIB
Rp 25 Triliun Dirogoh Demi Tambah Jatah BBM Subsidi 1,89 Juta KL
Jakarta - Komisi VII DPR dan Kementerian ESDM sepakat untuk menambah jatah kuota BBM bersubsidi dari 38,6 juta kiloliter (KL) menjadi 40,49 juta KL. Dana tambahan yang harus dirogoh pun mencapai Rp 25 triliun.

Demikian disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/7/2011).

"Kalau kita bicara tambahan volume konsumsi BBM subsidi, maka ekses dana kami tambah Rp 25 triliun. Jadi totalnya akan ada Rp 120,7 triliun untuk subsidi BBM," jelas Darwin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Darwin mengatakan pemerintah mampu dan mempunyai dana untuk menambah kuota BBM subsidi tersebut.

"Pokoknya pemerintah mempunyai kapasitas untuk penambahan menjadi 40,49 juta kiloliter," imbuh Darwin.

Adapun rincian tambahan kuota BBM subsidi menjadi 40,49 juta KL adalah:

  • Premium: 24.54 juta KL (bertambah 1,35 juta KL)
  • Minyak Tanah: 1,8 juta KL (diturunkan 0,52 juta KL)
  • Solar: 14.15 juta KL (bertambah 1,07 juta KL)
Seperti diketahui, semenjak adanya peningkatan harga minyak dunia pada beberapa bulan ke belakang, mengakibatkan harga BBM non-subsidi terdongkrak tinggi.

Disparitas harga antara BBM yang disubsidi dan tidak disubsidi membuat peralihan besar konsumen membeli BBM bersubsidi (premium cs). Akibatnya konsumsi BBM bersubsidi meroket, didkung dengan tidak dilaksanakannya pembatasan BBM bersubsidi hingga kini.

Dalam beberapa waktu yang lalu, pihak Kementerian ESDM sempat mengusulkan perubahan kuota BBM bersubsidi menjadi 40,98 juta KL. Pihak mereka sudah menyadari akan adanya kenaikan konsumsi BBM bersubsidi.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads