Hal tersebut disampaikan oleh Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh dalam rapat kerja pembahasan APBN Perubahan 2011 bersama Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/7/2011).
"Dalam kesempatan ini Kementerian ESDM mengajukan tambahan untuk APBN-P 2011 sebesar Rp 5,5 triliun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun total anggaran tersebut rencananya digunakan untuk:
- Pengelolaan barang milik negara terhadap KKKS (Kontraktor Kontrak Kerjasama) dan PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara) Rp 65 miliar.
- Konversi energi Rp 3,9 triliun
- Program listrik murah dan hemat Rp 1,6 triliun
Darwin mengakui realisasi penyerapan anggaran tersebut masih rendah. Diperkirakan realisasi akan menanjak tajam pada triwulan IV-2011.
"Masih ada 74,3% anggaran Kementerian ESDM adalah belanja modal dan pembangunan fisik. Pada triwulan ke-IV kami prognosakan realisasinya dapat mencapai hingga 95,8% sejalan dengan realisasi belanja modal dan pembangunan fisik," ungkap Darwin.
(nrs/dnl)











































