Pengelola Mal Keberatan Pakai Listrik Tenaga Surya

Pengelola Mal Keberatan Pakai Listrik Tenaga Surya

- detikFinance
Rabu, 13 Jul 2011 13:47 WIB
Pengelola Mal Keberatan Pakai Listrik Tenaga Surya
Jakarta - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyambut dingin ajakan pemerintah agar mal-mal menggunakan listrik tenaga surya atau matahari. Investasi untuk membangun pembangkit tenaga surya dianggap sangat mahal apalagi tak ada insentif dari pemerintah.

"Bilang sama pemerintah! supaya peralatan investasinya dimurahin, tenaga surya itu mahal. Paling tidak bea masuknya (dihapus), subsidi kek, agar dapat kemudahan," kata Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan kepada detikFinance, Rabu (13/7/2011).

Ridwan menjelaskan jika pengelola mal dipaksa menggunakan tenaga surya maka akan berimbas pada biaya listrik pengelola mal yang makin mahal. Sehingga akan berujung pada kenaikan biaya sewa dan kenaikan harga jual barang di mal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beberapa kalilipat dari listrik PLN, nanti harga barang jadi mahal," katanya.

Ia mengatakan mal-mal yang ada di China memang sudah banyak menggunakan tenaga surya. Hal itu bagi Ridwan tak mengherankan, karena di Negeri Tirai Bambu merupakan salah satu produsen alat tenaga surya (photovoltaic)

"Sebab dia China produksi panelnuya sendiri jadi murah," katanya.

Pelaksana Harian Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Kementerian ESDM Kardaya Warnika mengatakan, pihaknya telah mengusulkan agar listrik yang dipakai di pusat perbelanjaan tidak lagi berasal dari PLN, namun diganti listrik dari tenaga surya. Jadi nanti di atas atap mal-mal yang berada di kota-kota besar akan dipasang panel surya untuk pembangkit listriknya.

"Indonesia itu kan dilalui garis Khatulistiwa sehingga banyak matahari. China saja yang negara subtropis pakai itu," kata Kardaya.


(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads