Pasokan BBM di Jambi Aman Pasca Meledaknya Gardu Induk PLN

Pasokan BBM di Jambi Aman Pasca Meledaknya Gardu Induk PLN

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 13 Jul 2011 17:18 WIB
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) menyatakan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Jambi khususnya di Kabupaten Muara Jambi, Batanghari, Tanjung Jabung Barat dan Kota Jambi dalam status aman pasca meledaknya Gardu Induk PLN Payo Selincah akhir pekan lalu.

Menurut, Fuel Retail Marketing Region II Sumbagsel Asisten Manajer External Relation Pertamina Roberth MV, kondisi padamnya listrik di Kota Jambi membuat masyarakat harus mencari alternatif pengganti sumber daya listrik untuk keperluan sehari-hari maupun keperluan lain yang bersifat usaha/wiraswasta.

"Alternatif yang dimiliki adalah dengan menggunakan genset sebagai sumber daya listrik sementara yang menggunakan BBM sebagai energi penggerak," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, berdasarkan Kuota BBM bersubsidi untuk Jambi, maka penyaluran sampai dengan Juni 2011 telah diatas kuota yang ditentukan BPH Migas dan DPR-RI. Sehingga secara keseluruhan, Provinsi Jambi telah over kuota 9% untuk Premium dan 23% untuk Solar.

Di Kabupaten Muara Jambi Over Kuota sebesar 21% Premium dan 67% Solar. Sedangkan untuk Kabupaten Batanghari, telah over kuota Premium 15% dan Solar 35%. Sementara, untuk Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Over Kuota 9% Premium dan Solar 14%.

Ia menambahkan, padamnya listrik diikuti dengan peningkatan kebutuhan BBM untuk menghidupkan genset sehingga menciptakan antrian di SPBU. Hal ini menimbulkan dampak psikologis secara teritoral.

"Kekhawatiran masyarakat menyebabkan panic buying ini meluas ke kabupaten-kabupaten di sekitar Kota Jambi. Untuk mengamankan kebutuhan BBM dan menghindari antrian di SPBU dalam Kota Jambi, masyarakat lebih memilih untuk membeli BBM di luar kota," ujarnya.

Caranya, menurut dia, memilih untuk membeli BBM di Kabupaten terdekat yaitu Muaro Jambi, Batanghari dan juga Tanjung Jabung Barat. Tingginya harga BBM eceran di dua lokasi itu merupakan imbas tidak langsung dari padam nya listrik di Kota Jambi beberapa hari ini.

"Antrian dan rush di SPBU yang terjadi di Jambi meluas hingga sampai ke kabupaten sekitarnya. Kondisi ini dikarenakan dua kabupaten itu berdekatan dengan Kota Jambi," katanya.

Menurut Akbar, dengan letak geografis yang berdekatan, beberapa oknum kemudian memanfaatkan dengan turut menjual BBM eceran dengan harga tinggi, mengingat masyarakat Kota Jambi juga mencari BBM untuk genset sampai ke wilayah perbatasan Kota Jambi dan kabupaten sekitarnya.

"Perlu kami sampaikan bahwa saat ini, kondisi antrian di SPBU di Kota Jambi sudah jauh berkurang dan harga eceran di Kota Jambi sudah turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 7.000," ungkapnya.

Penurunan harga eceran ini dikarenakan Pertamina telah menyalurkan suplai yang cukup, tidak saja melalui 7 SPBU di Kota Jambi yang beroperasi selama 24 jam penuh namun juga merata di seluruh SPBU di wilayah Propinsi Jambi.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads