Pemerintah Cuma Bisa Wacana Soal Listrik Tenaga Surya di Mal

Pemerintah Cuma Bisa Wacana Soal Listrik Tenaga Surya di Mal

- detikFinance
Kamis, 14 Jul 2011 13:41 WIB
Pemerintah Cuma Bisa Wacana Soal Listrik Tenaga Surya di Mal
Jakarta - Pemerintah ternyata hanya sekadar melemparkan wacana untuk mendorong mal-mal di Indonesia menggunakan listrik dari energi tenaga matahari (surya). Hal ini bertujuan untuk melakukan penghematan penggunaan listrik di mal yang dinilai sangat boros.

Sekertaris Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Keenterian ESDM, Jajang Sukarna menyebutkan Kementerian ESDM belum ada rencana untuk mengembangkan penggunaan energi listrik tenaga matahari di mal-mal.

"Saya rasa belum ada. Kita belum sampai ke arah sana, kalau wacana sudah ada dilemparkan. Karena penataan yang besar saja belum tertuntaskan," ujarnya ketika ditemui di JCC, Kamis (14/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jajang tidak terlalu mempermasalahkan penggunaan listrik oleh mal-mal yang dianggap boros karena semua mal menggunakan harga industri ketika membeli listrik dari PLN.

"Kalau bicara soal mal kan mereka membeli dengan harga listrik tidak bersubsidi, harga industri. Jadi sebenarnya tidak terlalu, walaupun yang jadi masalah adalah efisiensi yang mereka lakukan," terangnya.

Saat ini, lanjut Jajang, pemerintah masih menomorduakan pemborosan listrik yang dilakukan oleh mal-mal di Indonesia. Pemerintah masih fokus untuk menyokong kebutuhan listrik sejumlah masyarakat yang belum mendapat akses listrik.

"Kita masih memikirkan 32% masyarakat kita belum mendapatkan akses listrik," imbuhnya.

Jajang mengaku belum bisa memastikan terkait sikap pemerintah apakah mengharuskan atau tidaknya sebuah mal menggunakan listrik tenaga matahari.

"Yang kita musti hati-hati, saya tidak mau katakan musti atau tidak. Kita belum wewajibkan atau tidak," pungkasnya.


(ade/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads