Wow! Tiap Hari RI Impor BBM 300 Ribu Barel

Wow! Tiap Hari RI Impor BBM 300 Ribu Barel

- detikFinance
Kamis, 14 Jul 2011 16:01 WIB
Wow! Tiap Hari RI Impor BBM 300 Ribu Barel
Jakarta - Pemerintah mengaku tiap hari harus melakukan impor BBM sebanyak 200 ribu-300 ribu barel untuk memenuhi kebutuhan BBM di dalam negeri. Pemerintah bakal menahan agar total impor tak bertambah.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Herawati Legowo mengatakan, meskipun kuota konsumsi BBM subsidi tahun ini ditambah dari 38,5 juta kiloliter (KL) menjadi 40,49 juta KL, namun pemerintah berharap impor BBM tak bertambah.

"Itu kan begini, jadi kan kuota BBM bersubsidi yang ditambah belum tentu juga terpenuhi, harapan kita nggak akan nambah (impor). Jadi kita usahakan jangan berlebih konsumsi BBM bersubsidinya," kata Evita ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/7/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Evita mengakui sejauh ini Indonesia masih harus mengimpor BBM sekitar 200 ribu hingga 300 ribu barel per hari (bph). "Kalau impor kan kita masih impor, sekarang kita masih impor," tambahnya.

"Impor kita tergantung pada, kalau kilang Peramina sedang bagus, maka impor kita bisa turun, karena kan impor kita itu sekarang 200 ribu bph sampai 300 ribu bph," jelas Evita sekali lagi.

Evita belum menyebutkan akan ada penambahan impor dalam jumlah yang pasti. Dirinya menekankan, jika pemerintah dapat menahan kuota BBM bersubsidi hingga akhir tahun agar tidak 'jebol' maka penambahan impor BBM tidak akan perlu dilakukan.

"Kalau kuota BBM Bersubsidi bisa ditahan, kita malah bisa menurunkan jumlah impornya," terang Evita.

Seperti diketahui, pemerinth sebelumnya menetapkan kuota BBM Bersubsidi di tahun 2011 sebesar 38,5 juta KL. Namun mengingat sampai semester I 2011 berakhir, konsumsi kuota BBM Bersubsidi sudah mengalami 'over-kuota' yang ditetapkan untuk 6 bulan pertama.

Sejauh ini, pemerintah dan DPR sepakat untuk menambah jatah kuota BBM bersubsidi menjadi 40,49 juta kL. Dilihat dari segi anggaran, maka akan ada penambahan dari Rp 95 triliun untuk BBM bersubsidi menjadi Rp 117 triliun setelah disetujui oleh Badan Anggaran DPR.

Dengan adanya penambahan kuota BBM bersubsidi tersebut pun dimunkingkan akan adanya penambahan jatah impor demi menutupi penambahan yang ada.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads