Direktur Keuangan PT Indonesia Pusaka Berau, Choeruddin Noer mengungkapkan, nantinya kapasitas pembangkit listrik di Pati akan menjadi 28 megawatt yang terbagi menjadi 4 pembangkit yang masing-masing berkekuatan 7 MW.
"Akan bangun pembangkit 2x7 MW lagi sehingga nanti menjadi 4x7 MW," katanya ketika dihubungi oleh wartawan Rabu (19/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang 1x7 sedang ditender. Butuh waktu 18 bulan sehingga kebutuhan listrik di Kabupaten Berau dan sekitarnya dapat terpenuhi," tuturnya.
Dana yang dibutuhkan untuk membangun pembangkit listrik yang baru, Choeruddin menjelaskan, membutuhkan dana sebesar Rp 140 miliar.
Choeruddin mengharapkan, Berau Coal dapat memberikan komitmennya untuk memasok batubara sampai 200.000 ton di 2014. "Untuk memenuhi pasokan itu, pasokan batubara sampai 2014 kita mengharapkan ada tambahan lagi sehingga menjadi 200 ribu ton," imbuhnya.
Di tempat berbeda, Public Relation Manager PT Berau Coal, Bintoro Prabowo mengatakan, pihaknya baru dapat memenuhi kebutuhan batubara sampai dengan 100.000 ton per tahunnya. Bahkan sampai saat ini, serapannya belum 100%, hanya sekitar 80.000 ton per tahun.
"Semua tergantung daya serapnya nanti. Tapi kami siap menyuplai 100.000 ton," timpalnya.
Indo Pusaka Berau merupakan perusahaan joint venture dengan tiga pemegang saham yaitu:
- PT Indonesia Power anak perusahaan PLN
- Pemerintah Kabupaten Berau
- PT Pusaka Jaya Baru
(ade/dnl)











































