Demikian ditegaskan Kepala BP Migas R Priyono saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/07/2011).
"Sudah kita kirim waktu itu, 1 kargo saja, kan itu emergency saja," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sesuai dengan harga pasar. Itu dari Tangguh kita delay ke tempat lain kita pindahin dulu, spot, dari Sempra itu. Dari Tangguh ke PTT, dikirimnya kemarin, loading di Thailand, sampai saat ini belum ada permintaan lagi, itu emergency, nggak long term," tegasnya.
Sebelumnya, pada awal Juli ini, pihak PTT datang ke BP Migas. Priyono bercerita, investor Thailand datang karena adanya urusan darurat yaitu terjadinya kerusakan pipa gas di negara tersebut.
"Mereka datang ingin meminta gas ke kita minimal 1 kargo. Kita masih cari sumbernya dari mana. Mereka butuh cepat jadi kita minta persetujuan dulu ke Menteri ESDM," katanya.
Dikatakan Priyono, Thailand meminta kiriman gas 1 kargo bulan ini juga. Masalah harga akan dinegosiasikan kemudian.
"Kerusakan pipa di Thailand sekitar 1-2 minggu lalu. Di sana ada kerusakan di wilayah lapangan kerja di laut," jelas Priyono.
(nia/dnl)











































