SPBU atas nama PT Selindra Perkasa dengan nomor registrasi 14.284.633 yang berada di pusat kota ini, kini terjadi antrean kendaraan baik jenis mobil dan sepeda motor. Antrean panjang ini terjadi, karena pihak SPBU lebih melayani para pedagang eceran. Akibatnya, para pengguna kendaraan kecewa dengan pihak pengelola SPBU tersebut.
"Sebenarnya tidak akan ada antrean di SPBU ini, jika pihak pengelola tidak melayani pedagang tersebut. Bayangkan saja, ratusan jerigen saban hari memadati SPBU ini. Akhirnya kita pengguna kendaraan harus bersabar antrean setelah pihak pedagang dilayani pengelola SPBU," kata Nur Ihsan salah seorang warga kepada detikFinance, Kamis (21/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan saja, satu unit mobil bisa membawa minimal 10 jerigen ke SPBU. Dan pengisiannya secara terang-terangan di depan masyarakat. Kalau hanya untuk eceran, mana mungkin satu mobil bisa bolak balik mengisi di SPBU ini. Kami curiga jangan-jangan hasil pembelian pedagang itu, dijual lagi ke industri," kata Rianto warga lainnya.
Warga sebenarnya sudah berusaha memprotes pihak pengelola SPBU PT Selindra Perkasa di Pangkalan Kerinci. Namun protes masyarakat setempat tidak digubris pihak pengelola. "Kita sudah protes agar tidak mengistimewakan pedagang itu. Tapi sia-sia saja. Akhirnya kita harus sabar antrean," kata Rianto.
Masyarakat menyebut, pihak pengelola mengistimewakan pedagang ini, karena setiap satu jerigen pihak SPBU menerima uang fee Rp 5 ribu. Bisa dibayangkan dengan banyaknya pengisian jerigen, pihak SPBU mendapatkan uang tambahan lainnya.
"Setiap jerigen itu harus bayar ke karyawan di SPBU itu. Makanya mereka lebih suka melayani pedagang eceran ketimbang pemilik kendaraan," ujar Fauji warga lainnya.
(cha/dnl)











































