Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, BP Migas Gde Pradnyana mengatakan perawatan lapangan gas ini bakal membuat produksi gas berkurang dari normalnya 769 juta kaki kubik per hari menjadi 530 juta kaki kubik per hari.
"Pasokan gasnya dikirim ke Perusahaan Gas Negara (PGN) West Java dan Batam, Chevron Pacific Indonesia, serta di ekspor ke Singapura. Lebih dari setengah pasokan yang dikurangi adalah gas yang dikirim ke Singapura," tuturnya dalam siaran pers, Kamis (21/7/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bersamaan dengan perawatan Lapangan Suban, akan dilakukan pekerjaan hot tapping pipa gas Transportasi Gas Indonesia (TGI) untuk penyaluran produksi gas dari JOB Pertamina-Talisman Jambi Merang ke pembeli domestik di Sumatera Selatan.
"Kegiatan perawatan yang terencana ini tidak akan mengganggu target produksi tahun 2011," kata Gde.
Dia menjelaskan, pemeliharaan fasilitas produksi Suban ini dilakukan untuk mengoptimalkan kapasitas produksi serta memastikan integritas, kehandalan sistem produksi dan pengiriman gas untuk memperkecil kemungkinan penghentian produksi tidak terencana (unplanned shutdown) di masa yang akan datang. "Diharapkan tahun depan produksi dapat bertambah," katanya.
Saat penghentian produksi total selama 64 jam, pasokan untuk PGN Batam dan Chevron akan tetap diusahakan seoptimal mungkin lewat metode line pag (sisa gas yang ada di dalam pipa). Kekurangan pasokan akan dikompensasi dari lapangan di luar blok Corridor.
Selama kegiatan ini, direncanakan injeksi uap untuk lapangan Duri, Chevron akan tetap berjalan, sehingga tidak mempengaruhi produksi minyak dari lapangan tersebut. Menurut Gde, ConocoPhillips telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan para pihak, khususnya konsumen gas tentang rencana kegiatan itu.
(dnl/hen)











































