PLN Masih Terpaksa Boros Pakai BBM

PLN Masih Terpaksa Boros Pakai BBM

- detikFinance
Jumat, 22 Jul 2011 19:58 WIB
PLN Masih Terpaksa Boros Pakai BBM
Jakarta - Sepanjang semester I-2011, PLN belum bisa menekan penggunaan BBM-nya. Volume BBM yang dikonsumsi PLN sepanjang semester I-2011 mencapai 5,64 juta kiloliter (KL), naik dibandingkan semester I-2010 yang sebesar 4,76 juta KL.

Direktur Energi Primer PLN Nur Pamudji mengatakan, energi yang dibangkitkan PLN pada semester-1 2011 adalah 88,2 TWh. Bila dibandingkan periode yang sama di 2010 terjadi kenaikan 6,3%.

Volume batubara yang dibakar di pembangkit milik PLN maupun pembangkit swasta mencapai 19 juta ton. Dibandingkan semester I-2010, naik 12%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Produksi pembangkit geothermal di semester I-2011 mencapai 4,7 TWh, sama dengan Semester I-2010. Produksi PLTA 6,5 TWh turun dibandingkan dengan semester I-2010 sebesar 8,6 TWh karena faktor musim, tahun lalu memang lebih basah dibanding tahun ini," kata Nur Pamudji.

Karena itu pembangkit BBM mengkompensasi perubahan-perubahan di atas sehingga volume BBM yang dikonsumsi PLN di semster I-2011 mencapai 5,64 juta KL, dibandingkan semester satu tahun lalu 4,76 juta KL.

Perbaikan kontribusi batubara pada semester-I ini belum signifikan karena PLTU-PLTU 10 ribu MW yang baru seperti Indramayu, Rembang, Lontar dan Suralaya-8 serta Tanjungjati-3, mulai beroperasi di pertengahan sampai akhir semester I-2011. Penggunaan batubara pada semester II-2011 akan semakin meningkat karena PLTU-PLTU tersebut akan beroperasi penuh selama semester II-2011.

"Pada semester II ini akan ada tambahan gas 65 bbtud dari lapangan gas Jambi Merang ke PLTGU Muaratawar melalui mekanisme swap dengan gas Conoco Philips yang mengalir ke Chevron," ujarnya.

Tentang penyediaan batubara, PLN sudah selesai bernegosiasi dengan seluruh pemasok. Harga mengacu ke HPB triwulan IV-2011 berdasarkan Permen ESDM No. 17/2010 dan Permen ESDM 617/2011. Pemasok-pemasok PLN antara lain adalah Arutmin, Kideco, KPC, Adaro, Berau, dan Bukit Asam.
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads