Produk minyak Amerika Serikat (AS) untuk heating oil (bahan bakar untuk pemanas) dan bensin, terus meningkat seiring peningkatan harga minyak Brent. Akibatnya, harga minyak tersebut mengalami kenaikan tertinggi selama enam minggu terakhir.
Peningkatan pembelian minyak tersebut merupakan pembalikkan akibat adanya penjualan dalam sesi perdagangan sebelumnya ketika harga minyak Brent sempat jatuh pasca penjualan secara agresif untuk bensin dan tingginya pembelian minyak berdasarkan permintaan dari AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga terkontrak minyak Brent untuk peradagangan September ke depan meningkat US$ 1,16 untuk bertahan di US$ 118,67 per barel. Harga minyak Amerika Serikat meningkat selama empat hari perdagangan berturut-turut, naik 74 sen dan menetap pada US$ 99,87 per barel dan hal tersebut merupakan yang tertinggi selama enam minggu terakhir.
Selama sesi perdagangan Kamis, harga minyak secara singkat berada di atas level harga US$ 100 per barel, namun gagal untuk mempertahankan keuntungannya. Selama seminggu, harga minyak ke depannya meningkat sebesar US$ 2,63. Sementara itu harga Brent meningkat sebesar US$ 1,14, mengalami kenaikan ketimbang seminggu sebelumnya.
Adapun, volume perdagangan menipis. Pada perdagangan pukul 16:38 waktu EDT (Eastern Daylight Time), harga minyak AS yang terkontrak berada pada level 37% di bawah rata-ratanya selama 30 hari, sementara itu, volume minyak Brent turun 57% dari rata-rata 30 hari.
(nrs/ang)











































