Pemerintah Sia-siakan Listrik Laut RI

Pemerintah Sia-siakan Listrik Laut RI

- detikFinance
Rabu, 27 Jul 2011 13:55 WIB
Pemerintah Sia-siakan Listrik Laut RI
Jakarta - Indonesia memiliki satu sumber daya energi terbarukan yang potensinya menarik untuk dikembangkan, yaitu energi laut yang bisa dikonversikan menjadi listrik. Namun sampai saat pemerintah belum melirik pengembangan energi laut tersebut secara serius.

"Mungkin pemerintah sibuk. Sibuk dengan urusan yang lain karena banyak yang belum selesai. Tinggal nunggu momentum saja," tanggap Mukhtasor selaku Ketua Asosiasi Energi Laut Indonesia (Aseli) kepada detikFinance ketika ditemui di Pekan Energi Indonesia, Istora Senayan, Jakarta, Rabu (27/72011).

Katanya, pemerintah bukannya tidak mau mengembangkan potensi energi di laut Indonesia, hanya saja regulasi untuk pengembangan energi baru tersebut belum ada secara signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk regulasi, mudah-mudahan tahun ini sudah bisa disiapkan. Jadi pengembangan energi laut bisa dipercepat," jelas salah satu Anggota DEN ini (Dewan Energi Nasional).

Menurutnya, pemerintah harus komitmen terhadap pengembangan energi laut. Supaya ke depannya bisa memberi kepastian kepada pengusaha yang mau menginvestasikan energi laut untuk dijadikan listrik.

"Pemerintah harus beri jaminan, apakah listriknya ada yang beli, kemudian terkait perizinan, dan tata ruang. Itu harus ada semuanya," harap Mukhtasor.

Katanya, secara potensi teoritis, Indonesia memiliki kapasitas listrik dari laut mencapai 727 ribu MW. Kemudian laut Indonesia dapat dimanfaatkan dari segi arus laut, gelombang laut, hingga panas laut untuk bisa dijadikan listrik.

"Lokasi kita kan banyak memiliki pulau, kita bisa pakai itu di daerah Indonesia Barat, seperti di daerah Riau dan pulau-pulau sekitar, pulau kecil. Air di antara pulau itu kan kencang arusnya, itu bisa dijadikan listrik," ujar Mukhtasor.

Selain itu, dibandingkan dengan energi matahari atau energi angin, energi laut dikatakan dapat bekerja menghasilkan listrik 24 jam non-stop.

"Kalau laut kan, kita tidur dia tetap bergerak, kita bangun dia masih bergerak. Tidak seperti energi angin yang angin-anginan, atau energi matahari yang kadang tertutup awan, terbit, terbenam, tidak seharian," tukasnya.

Selama pemerintah mau berkomitmen, lanjutnya, maka dari pemetaan data potensi energi laut yang ada di wilayah Indonesia, listrik yang dapat dihasilkan bisa mencapai 6.000 MW.

"Kalau pemerintah mau, ada duit, laut kita sekarang bisa hasilkan 6.000 MW," tegas Mukhtasor.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads