Butuh US$ 5 Juta Untuk Kembangkan Listrik Energi Laut 1 MW

Butuh US$ 5 Juta Untuk Kembangkan Listrik Energi Laut 1 MW

- detikFinance
Rabu, 27 Jul 2011 14:28 WIB
Butuh US$ 5 Juta Untuk Kembangkan Listrik Energi Laut 1 MW
Jakarta - Indonesia tidak boleh terlambat untuk mengembangkan listrik dari energi laut. Butuh investasi US$ 3 juta-5 juta untuk memproduksi listrik 1 megawatt (MW) dari energi laut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Energi Laut Mukhtasor kepada detikFinance di acara Pekan Energi Indonesia, Istora Senayan, Jakarta, Rabu (27/7/2011).

"Kita tuh bisa mendapatkan 6.000 MW dari laut Indonesia. Tapi, seharusnya kita jangan bingung, kita mulai saja dari sekarang. Karena minimal kita bisa mendapatkan 2 MW listrik. 1 MW dari arus laut, dan 1 MW dari gelombang laut," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mukhtasor yakin, jika Indonesia bisa menghasilkan listrik dari energi laut di 2014, maka dapat menjadi percontohan untuk pengembangan berikutnya.

Diharapkan olehnya, dari situ para pengusaha dapat melihat bahwa Indonesia memiliki energi laut yang memiliki nilai keekonomisan. Sehingga, pintu investasi ketenagalistrikan dari laut semakin terbuka.

"Investasinya berkisar US$ 3.000-US$ 5.000 per KW. Jadi kalau kita bangun 1 MW saja dibutuhkan US$ 3 juta-US$ 5 juta. Itu termasuk instalasi dan teknologinya," jelasnya.

Mukhtasor juga mengatakan, harga listrik yang dihasilkan energi laut lebih murah ketimbang listrik dari BBM maupun dari energi matahari. "Kita sudah berani bangun dari tenaga matahari. Lantas, kenapa energi laut tidak," ungkapnya.

"Untuk harga, kita sedang hitung bersama teman-teman untuk susun itu, yang jelas lebih murah BBM dan energi matahari," lanjutnya.

Dari segi teknologi dan pembangunannya, Mukhtasor menilai Indonesia sudah mampu membangun pembangkit listrik dari energi laut. Indonesia juga dapat mengambil teknologi dari beberapa negara yang menerapkan hal tersebut, seperti di Norwegia atau Inggris.

"Pembangunannya pun cepat, paling cepat setahun. Setahun itu termasuk perencanaannya. Ini seperti membangun pembangkit listrik mikro hidro. Ini juga ramah lingkungan, kita bisa memanfaatkan 100 meter di laut untuk membangun jaringan paralel atau seri pembangkitnya untuk menghasilkan sampai 75 KW. Kalau kita bangun di sepuluh titik sudah bisa mencapai 1 MW," tuturnya.

Kata Mukhtasor, energi laut cenderung sederhana. Kabel yang dihubungkan dari pembangkitnya bisa disambung dengan kabel bawah laut, Indonesia sudah bisa melakukan hal tersebut.

"Ini jangan sampai telat, maka itu regulasinya harus segera disiapkan. Potensi kita di laut sangat besar. Dan sudah ada beberapa negara yang minat investasi di sini," ucap Mukhtasor.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads