Duh! 50% Kebutuhan BBM Indonesia Dipenuhi dari Impor

Duh! 50% Kebutuhan BBM Indonesia Dipenuhi dari Impor

- detikFinance
Rabu, 27 Jul 2011 15:54 WIB
Duh! 50% Kebutuhan BBM Indonesia Dipenuhi dari Impor
Jakarta - Tahun depan, 50% kebutuhan BBM di dalam negeri bakal dipenuhi dari impor. Ini karena kapasitas produksi BBM di Indonesia tak meningkat sementara kebutuhan terus melonjak.

Demikian disampaikan oleh Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Adi Subagyo ketika ditemui di acara Pekan Energi Indonesia, Istora Senayan Jakarta, Rabu (27/72011).

"Impot BBM tahun depan akan semakin besar. Saya yakin impor itu nanti bisa menembus lebih dari 50%. Kalau ini naik, impor bertambah 15%," ungkap Adi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini Indonesia menjatahi 40% kebutuhan BBM dalam negeri bakal dipenuhi lewat impor. Sedangkan, 60% kebutuhannya berasal dari pasokan kilang minyak dalam negeri.

"Tapi kilang kita itu konstan, produksi tetap, sedangkan demand naik terus. Kalau demand naik, otomatis kekurangan ditutup dari impor. Jadi penambahan dari impor bisa tembus 50%," lanjutnya.

Konsumsi BBM non-subsidi dan subsidi di Indonesia saat ini mencapai 60 juta kiloliter (KL). Itu mencakup pasokan BBM untuk transportasi maupun industri. Diperkirakan tahun depan penambahan untuk jatah BBM sebanyak 30 juta KL dari impor saja.

"Itu mungkin saja terjadi jika tidak dilakukan penghematan di tahun depan. Harga impor pun bisa saja naik pada tahun depan," prediksinya.

Adi mengharapkan subsidi untuk BBM dapat berkurang tahun depan. Sehingga biaya yang dihemat dapat dialokasikan untuk membangun infrastruktur pembangunan kilang demi menambah pasokan BBM dari dalam negeri. "Kalau tidak kita akan nett importer," tanggapnya.

"Subsidi harus bisa dicabut. Dananya dihemat untuk infrastruktur kilang. Kalau tidak impor kita bertambah. Sekarang subsidi kita sudah berapa trliliun? Besar sekali," tukas Adi.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads