Demikian disampaikan oleh Anggota Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Adi Subagyo ketika ditemui di acara Pekan Energi Indonesia, Istora Senayan Jakarta, Rabu (27/72011).
"Impot BBM tahun depan akan semakin besar. Saya yakin impor itu nanti bisa menembus lebih dari 50%. Kalau ini naik, impor bertambah 15%," ungkap Adi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kilang kita itu konstan, produksi tetap, sedangkan demand naik terus. Kalau demand naik, otomatis kekurangan ditutup dari impor. Jadi penambahan dari impor bisa tembus 50%," lanjutnya.
Konsumsi BBM non-subsidi dan subsidi di Indonesia saat ini mencapai 60 juta kiloliter (KL). Itu mencakup pasokan BBM untuk transportasi maupun industri. Diperkirakan tahun depan penambahan untuk jatah BBM sebanyak 30 juta KL dari impor saja.
"Itu mungkin saja terjadi jika tidak dilakukan penghematan di tahun depan. Harga impor pun bisa saja naik pada tahun depan," prediksinya.
Adi mengharapkan subsidi untuk BBM dapat berkurang tahun depan. Sehingga biaya yang dihemat dapat dialokasikan untuk membangun infrastruktur pembangunan kilang demi menambah pasokan BBM dari dalam negeri. "Kalau tidak kita akan nett importer," tanggapnya.
"Subsidi harus bisa dicabut. Dananya dihemat untuk infrastruktur kilang. Kalau tidak impor kita bertambah. Sekarang subsidi kita sudah berapa trliliun? Besar sekali," tukas Adi.
(nrs/dnl)











































