PLN Dapat Tawaran Tambahan Pasokan dari 10 Perusahaan Gas

PLN Dapat Tawaran Tambahan Pasokan dari 10 Perusahaan Gas

- detikFinance
Kamis, 28 Jul 2011 18:46 WIB
PLN Dapat Tawaran Tambahan Pasokan dari 10 Perusahaan Gas
Jakarta - PT PLN (persero) mendapatkan tawaran tambahan pasokan gas dari 10 perusahaan gas. Hingga kini PLN masih kekurangan gas untuk memenuhi kebutuhan beberapa pembangkit listrik yang dimilikinya.

Demikian disampaikan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan ketika dijumpai di Hotel Ambhara, Jakarta, Kamis (28/7/2011).

"Setelah pulang dari Iran, ternyata banyak orang yang kaget. Malah banyak orang yang tawarkan dari dalam negeri (tawaran pasokan gas). Itu ada satu, dua, tiga, empat, lima, enam..ada sepuluh lah. Total pasokannya agak mengejutkan," kata Dahlan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya PLN berencana akan mengimpor gas dari Iran karena mengaku kekurangan pasokan gas untuk pembangkitnya.

Sayangnya Dahlan cenderung tidak mau menjawab ketika ditanya lebih lanjut terkait jumlah pasokan gas yang siap diberi dan pihak-pihak mana yang berminat memasok gas tersebut, "Banyak yang tawarkan dari dalam negeri, tapi maaf saya belum mau sebut. Tunggu sebulan lagi," janjinya.

Dahlan juga mengutarakan, bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk tetap mencari gas melalui impor meski sudah ada tawaran pasokan dari dalam negeri.

"Tidak batal. Saya mau buktikan apakah komitmen dalam negeri ini jalan apa nggak," terangnya.

Meskipun impor gas batal, hal tersebut nantinya bisa diakibatkan gas yang ditawarkan lebih murah ketimbang impor."Ini bukan karena tunduk atau apa. Tapi ini karena bisnis saja," timpalnya.

Ditambahkan olehnya, bahwa pihak PLN hingga saat ini terus berusaha untuk mencari pasokan gas demi pembangkitnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Dahlan menyampaikan pihaknya bisa menghemat Rp 15 triliun setahun jika mendapatkan kebutuhan pasokan gas yang mencapai 1.500 mmscfd.

Sejauh ini PLN baru mendapatkan pasokan gas sebesar 440 mmscfd. PLN selama ini terpaksa menggunakan BBM lebih banyak untuk kebutuhan pembangkit listriknya dengan konsekuensi lebih boros anggaran.

(nrs/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads