"Salah prediksi kebutuhan BBM di Kaltim itu pernah diungkap Pertamina, waktu bertemu mereka dalam beberapa kali kesempatan," kata Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak kepada wartawan di kantornya, Jl Gadjah Mada, Samarinda, Jumat (29/7/2011).
"Mereka (Pertamina) bilang cukup untuk Kaltim. Ternyata kan tidak cukup. Itu kan tidak benar," ujar Awang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu harus diperhitungkan secara komprehensif dan kuantitatif. Tidak masuk akal kalau salah hitung," ujar Awang.
Di penghujung pekan keempat Juli 2011 ini, masyarakat di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim, masih kesulitan memperoleh BBM jenis premium. Bahkan, kesulitan masyarakat juga disusul dengan kesulitan memperoleh BBM solar di berbagai SPBU.
"Pertamina juga pernah mengaku pendistribusian yang terlambat ke berbagai kota kabupaten seperti di Kutai Timur, Kutai Barat dan kabupaten yang ada di utara Kaltim," sebut Awang.
"Lima hari lalu, waktu saya kunjungan kerja ke Kutai Barat, itu antrian di SPBU di Melak (Ibu Kota Kabupaten Kutai Barat) sampai 1 kilometer lebih," terang Awang.
Awang juga menjelaskan, Pemprov Kaltim tengah menggodok rencana ajuan pengusulan penambahan terminal BBM Pertamina di ibu kota kabupaten, agar kesulitan warga memperoleh BBM tidak semakin parah.
"Selama ini kan depot (Terminal BBM) di Samarinda, melayani Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara dan kota Bontang. Distribusi terkadang terhambat dan terlambat,"
"Paling tidak, dua kabupaten terdekat memiliki satu terminal BBM, untuk memudahkan distribusi," tutup Awang.
(qom/qom)











































