Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Tubagus Haryono dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (4/8/2011).
Berikut ini realisasi 1 Januari 2011 - 31 Juli 2011 oeh PT Pertamina:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Premium: 14.306.998 KL
- Kerosene (Minyak Tanah): 1.059.140 KL
- Solar: 8.236.501 KL
- Total: 23.602.639 KL
Menurut Tubagus kelebihan kuota yang terjadi selama bulan Juli 2011 terjadi paling banyak untuk BBM jenis premium.
Kelebihan Kuota hingga Juli 2011:
- Premium: 2,27%
- Kerosene: -5,05% (tak melebihi kuota)
- Solar: 2,01%
- Total: 1,83%
Seperti diketahui, semenjak adanya peningkatan harga minyak dunia pada beberapa bulan ke belakang, mengakibatkan harga BBM non-subsidi terdongkrak tinggi.
Disparitas harga antara BBM yang disubsidi dan tidak disubsidi membuat peralihan besar konsumen membeli BBM bersubsidi (premium cs). Akibatnya konsumsi BBM bersubsidi meroket, didukung dengan tidak dilaksanakannya pembatasan BBM bersubsidi hingga kini.
Sedangkan, untuk Solar, masih ada beberapa tindak penyelewengan yang dilakukan beberapa oknum industri yang mengisikan kebutuhan BBM Solarnya di SPBU-SPBU. Untuk Minyak Tanah, justru terjadi pengurangan karena adanya program konversi pemerintah dalam menukar pemakaian minyak tanah menjadi pemakaian LPG 3 kg.
(nrs/hen)











































