BP Migas Restui Fasilitas Baru US$ 746,5 Juta di Cepu

BP Migas Restui Fasilitas Baru US$ 746,5 Juta di Cepu

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2011 15:03 WIB
BP Migas Restui Fasilitas Baru US$ 746,5 Juta di Cepu
Jakarta - Fasilitas produksi minyak di Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu akan segera dibangun dengan nilai US$ 746,3 juta. Kontrak pembangunan EPC (Engineering, Procurement, and Engineering) tersebut sudah ditandatangani.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas), R. Priyono dalam acara Penandatanganan 'EPC 1-Production Pocessing Facilities' Mobil Cepu Ltd-Konsorsium Tripatra-Samsung, di Kantor BP Migas, Jakarta (5/8/2011).

"Ini merupakan kontrak pertama dan terbesar dari keseluruhan lima kontrak EPC Banyu Urip. Total investasi diperkirakan mencapai US$ 1,3 miliar," kata Priyono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya menargetkan, sisa kontrak lainnya dapat ditandatangani sebelum akhir 2011. Dengan target penyelesaian 36 bulan untuk semua kontrak EPC, maka produksi penuh sebesar 165 ribu barel minyak per hari dapat tercapai sesuai jadwal.

Dilanjutkan Priyono, sejauh ini masih terdapat kendala pembebasan tanah yang akan digunakan untuk proyek ini. Pihak BP Migas meminta agar semua pihak terkait membantu menyelesaikan masalah tersebut.

"Realisasi peningkatan produksi minyak yang cukup besar seperti di proyek Banyu Urip kemungkinan besar belum tentu terulang dalam lima tahun ke depan. Ini mengingat 10 tahun terakhir belum ditemukan cadangan minyak skala besar di Banyu Urip. Proyek Banyu Urip ini diharapkan akan mendongkrak produksi minyak nasional," ujar Priyono.

Proyek Banyu Urip ini mencakup 49 sumur pada tiga anjungan sumur, fasilitas produksi pusat, dan pipa sepanjang 95 km untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan an akir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan maksimal 1,7 juta barel.

"Proyek ini direncanakan dapat menghasilkan kurang lebih 450 juta barel minyak selama masa kontrak," tambahnya.

Adapun penandatanganan kontak pembangunan fasilitas produksi minyak Banyu Urip ini dilakukan pihak konsorsium Tripatra-Samsung. Proyek ini ditandatangani oleh pihak Tripatra Engineers & Construction, Samsung Engineering Co., dan Mobil Cepu Ltd yang disaksikan Kepala BP Migas.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads