Demikian disampaikan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) seusai menyaksikan Penandatanganan 'EPC 1-Production Pocessing Facilities' Mobil Cepu Ltd-Konsorsium Tripatra-Samsung, di Kantor BP Migas, Jakarta (5/8/2011).
"Kita harapkan secara keseluruhan proyek Banyu Urip dapat rampung di 2014," singkatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, baru satu EPC yang ditandatangani, yakni EPC 1-Production Pocessing Facilities antara Mobil Cepu Ltd dan Konsorsium Tripatra-Samsung. Fasilitas produksi yang ditandatangani ini bernilai US$ 746,3 juta.
Sedangkan proyek yang rencananya akan ditandatangani adalah:
- EPC 2 Untuk Fasilitas Offshore Pipeline (72km): US$60 juta
- EPC 3 Untuk Fasilitas Offshore Pipeline (23km) and Mooring Tower: US$120 juta
- EPC 4 Untuk FSO (Floating Storage and Offloading: US$300 juta
- EPC 5 Untuk Infrastructure Facilities: US$95 juta
Untuk diketahui, Proyek Banyu Urip mulai mengoperasikan fasilitas produksi awal pada Agustus 2009. Fasilitas ini telah mampu memproduksi 20.000 ribu barel per hari.
Proyek Banyu Urip ini mencakup 49 sumur pada tiga anjungan sumur, fasilitas produksi pusat, dan pipa sepanjang 95 km untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan maksimal 1,7 juta barel.
(nrs/dnl)











































