Fasilitas US$ 1,3 Miliar Dibangun di Sumur Minyak Banyu Urip

Fasilitas US$ 1,3 Miliar Dibangun di Sumur Minyak Banyu Urip

- detikFinance
Jumat, 05 Agu 2011 17:51 WIB
Fasilitas US$ 1,3 Miliar Dibangun di Sumur Minyak Banyu Urip
Jakarta - Lima fasilitas minyak baru senilai US$ 1,3 miliar bakal dibangun di lapangan Banyu Urip yang berlokasi di Blok Cepu. Lewat fasilitas itu, minyak 165 ribu barel per hari bakal diproduksi di 2014.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) seusai menyaksikan Penandatanganan 'EPC 1-Production Pocessing Facilities' Mobil Cepu Ltd-Konsorsium Tripatra-Samsung, di Kantor BP Migas, Jakarta (5/8/2011).

"Kita harapkan secara keseluruhan proyek Banyu Urip dapat rampung di 2014," singkatnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, proyek pembangunan fasilitasi produksi minyak Banyu Urip menghabiskan dana total US$ 1,3 miliar. Proyek tersebut terbagi dalam lima proyek EPC (Engineering, Procurement, and Construction).

Saat ini, baru satu EPC yang ditandatangani, yakni EPC 1-Production Pocessing Facilities antara Mobil Cepu Ltd dan Konsorsium Tripatra-Samsung. Fasilitas produksi yang ditandatangani ini bernilai US$ 746,3 juta.

Sedangkan proyek yang rencananya akan ditandatangani adalah:

  • EPC 2 Untuk Fasilitas Offshore Pipeline (72km): US$60 juta
  • EPC 3 Untuk Fasilitas Offshore Pipeline (23km) and Mooring Tower: US$120 juta
  • EPC 4 Untuk FSO (Floating Storage and Offloading: US$300 juta
  • EPC 5 Untuk Infrastructure Facilities: US$95 juta
"Rencananya bulan Agustus ini sudah bisa ditandatangani semua proyek sisanya. Calon-calon pemenangnya sudah ada, akhir Agustus 2011 ini kita harapkan semuanya selesai," tambah Priyono.

Untuk diketahui, Proyek Banyu Urip mulai mengoperasikan fasilitas produksi awal pada Agustus 2009. Fasilitas ini telah mampu memproduksi 20.000 ribu barel per hari.

Proyek Banyu Urip ini mencakup 49 sumur pada tiga anjungan sumur, fasilitas produksi pusat, dan pipa sepanjang 95 km untuk mengalirkan minyak ke fasilitas penyimpanan terapung (Floating Storage and Offloading/FSO) bermuatan maksimal 1,7 juta barel.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads