Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina 'Guyur' Lombok dengan Minyak Tanah

Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina 'Guyur' Lombok dengan Minyak Tanah

- detikFinance
Selasa, 09 Agu 2011 14:02 WIB
Elpiji 3 Kg Langka, Pertamina Guyur Lombok dengan Minyak Tanah
Lombok - Pertamina mulai Selasa (9/8/2011) menggelar operasi pasar minyak tanah bersubsidi di Lombok. Sejak awal Ramadan, minyak tanah di Lombok menjadi barang langka dan harganya melambung hingga Rp 12.000 per liter. Operasi pasar akan digelar hingga Ramadan usai.
 
"Kita sudah mulai operasi pasar hari ini di seluruh Lombok. Kita sudah putuskan, sesuai permintaan pemerintah daerah, operasi pasar kita gelar tiap hari sampai akhir Ramadan," kata Arsono Kuswardanu, General Manager Gas Domestik Pertamina Region IV Surabaya di Mataram, Selasa siang.
 
Untuk operasi pasar ini, kata Arsono, Pertamina menyiapkan 130 ribu liter minyak tanah yang didistribusikan tiap hari. Jumlah ini di luar distribusi harian kuota minyak tanah bersubsidi di Lombok sebesar 108 ribu liter sehari.
 
Operasi pasar itu dilakukan di kantor-kantor desa dan kelurahan untuk meredam harga. Warga bergilir mendapatkan kupon dari kantor desa dan kelurahan yang akan ditukarkan pada operasi pasar esok harinya. Tiap warga menukarkan satu kupon maksimal dengan lima liter minyak tanah, dengan harga tebus Rp3.250 per liter.
 
Pantauan detikFinance di sejumlah titik di Kota Mataram, operasi pasar minyak tanah ini diserbu warga. Ada warga bahkan yang sudah mengantre sejak pagi, karena taku tidak mendapat jatah. Antrean membludak dan mengular. Operasi pasar dimulai pukul 09.00 wita.
 
Harga minyak tanah bersubsidi di Mataram dalam sepekan terakhir memang menggila. Harga satu liter sudah tembus hingga Rp 12.000, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 2.950.
 
Kelangkaan harga minyak tanah awalnya ditengarai karena konversi minyak tanah ke bahan bakar elpiji 3 kg yang saat ini masih berlangsung di Lombok. Seiring proses pendistribusian tabung elpiji PG 3 kg, Pertamina mengurangi distribusi minyak tanah bersubsidi itu.
 
Celakanya, warga yang sudah beralih memasak dengan elpiji 3 kg juga mulai kelimpungan, karena elpiji di Lombok juga ikut langka. Sejak awal Ramadan, harga elpiji 3 kg yang sesuai HET Rp 12.500, kini di pengecer sudah tembus hingga Rp 20.000 satu tabung. Itupun susah didapat.
 
Kelangkaan elpiji 3 kg ini disebabkan karena di Lombok saat ini baru ada satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji, yang kemampuan pengisiannya terbatas. Padahal data pertamina menyebutkan, paket tabung elpiji 3 kg yang sudah terdistribusi sudah mencapai 426.603.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads